Polandia Tawarkan Teknologi Pengelolaan Sampah

 489 total views,  2 views today

Aktivitas Pengolahan Sampah di TPA

Aktivitas Pengolahan Sampah di TPA | Bagus Park

PALEMBANG – Keinginan salah satu negara Eropa Timur, Polandia untuk menawarkan sebuah teknologi pengolahan sampah, Instalasi Pembuangan Air Limbah, serta pengelolaan air minum, tampaknya bakal terealisasi.

Dalam kunjungan kerja Delegasi Kementerian Lingkungan Hidup Polandia ke Griya Agung, Palembang,  Rabu (5/3), Sekretaris Negara Kementerian (Secretary of State of Water Resources) Lingkungan Hidup Polandia, Stanislaw Gawlawski menawarkan program teknologi hijau sebagai hasil dari tiga sistem pengelolaan tersebut bagi kota Palembang.

Menurutnya, teknologi yang ditawarkan mampu mengolah sampah dan limbah menjadi produk baru berupa energi gas dan juga bio massa. Pihak Polandia mengklaim, jika teknologi yang ditawarkannya jauh lebih maju dan juga bisa menekan harga hingga lebih murah.

“Nilai investasinya mencapai US$ 2 juta per satu instalasi, yang mampu mengeluarkan energi sebesar satu megawatt (MW). Biaya ini lebih bisa dihemat, jika kapasitas energi yang dihasilkan lebih besar lagi,” kata Stanislaw.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara ketiga setelah Malaysia dan Rusia yang memanfaatkan teknologi serupa. Investasi untuk teknologi ini, juga bisa menggandeng pihak swasta yang bergerak dibidang pengolahan limbah dan swasta.

Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, tawaran Polandia itu merupakan peluang yang baik, terlebih, Polandia melihat langsung kondisi Kota Palembang terkait potensi industri pengolahan limbah, PDAM dan sampah.

Menurutnya, delegasi ini merupakan tindaklanjut dari kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang sudah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Polandia. “Palembang salah satu dari sejumlah daerah yang ditawarkan,” katanya.

Menurutnya, semua potensi yang ada di Palembang cukup menunjang untuk kerjasama ini, hanya saja yang paling memungkinkan dilakukan adalah industri pengolahan limbah. Dalam teknologi tersebut terang Harnojoyo, hanya 10 persen sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sisanya  diolah. “Sedangkan di Palembang, produksi sampah bisa mencapai 700 ton perhari. Kalau kita bisa mengolahnya sampai 90 persen, tentu bisa menekan jumlah sampah yang ada,” tegasnya.

Saat ini, jumlah sampah sebanyak 700 ton tersebut belum bisa diolah. Ia menyadari Kota Palembang  sangat membutuhkan pengolahan limbah dan sampah ini. Terkait biaya yang harus dibayar untuk satu instalasi pengolah limbah yang ditawarkan Polandia, ia mengaku akan dipelajari lagi.

Sementara, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan, Polandia sengaja mempelajari secara khusus masalah pemurnian air di Sungai Musi, sebagai sumber air yang dijadikan untuk bahan baku air minum masyarakat Sumsel. Polandia mengakui jika struktur wilayahnya nyaris sama dengan Sumsel. “Negara Polandia itu memiliki sungai, perairan, rawa yang mirip dengan kita,”  tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster