Ketua Gerindra Sumsel Wafat

 353 total views,  4 views today

Almarhum Nur Iswanto semasa hidup

Almarhum Nur Iswanto semasa hidup

PALEMBANG – Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Selatan (Sumsel), yang juga anggota Komisi V DPR RI, Nur Iswanto atau Nuris, Rabu (5/3), meninggal dunia. Informasi yang dihimpun, Nuris meninggal akibat sakit jantung yang dideritanya.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, Nur Iswanto wafat sekitar pukul 12.00 WIB di rumah dinasnya di Kalibata, Jakarta Selatan. Saat ini, jenazah masih berada di salah satu rumah sakit di Jakarta dan akan dibawa ke Palembang. “Pak Nur Iswanto meninggal dunia di rumah dinas, Blok C 4, karena serangan jantung,” kata Muzani.

Sementara itu, anggota DPRD Sumsel dari Fraksi Partai Gerindra, Arwani Deni yang dihubungi Kabar Sumatera, membenarkan wafatnya Nur Iswanto. “Ya, pak Nur Iswanto wafat. Setahu saya, memang almarhum ada riwayat penyakit jantung,” terangnya.

Kepergian almarhum untuk selamanya tersebut, meninggalkan duka bagi kader Partai Gerindra di Sumsel. Wakil Ketua DPP Gerindra, Edhy Prabowo yang juga anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Sumsel menyebut Gerindra kehilangan salah satu kader terbaiknya.

“Ia adalah salah satu kader terbaik, yang dimiliki Gerindra. Ia membangun Gerindra di Sumsel dari nol, sehingga saat ini menjadi salah satu partai yang diperhitungkan,” sebut Edhy.

Bagaimana dengan posisi almarhum yang juga caleg DPR RI dapil Sumsel II, apakah merugikan Gerindra untuk meraup suara pada Pileg 9 april mendatang ? Edhy tidak dapat menjawab, karena masih sedang berduka. “Nanti saja membicarakan itu ya, terimah kasih,”ucapnya.

Sementara itu, pantauan Kabar Sumatera di Kantor DPD Partai Gerindra Sumsel di Jalan POM IX, Kampus, Palembang, terlihat sepi. Tidak ada kegiatan yang dilakukan kader partai tersebut. Begitu juga dengan karangan bunga duka cita, tidak terlihat.

Tidak Dapat Diganti

Terpisah, komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, Ahmad Naafi mengatakan, nama almarhum sudah tercantum dalam Daftar Caleg Tetap (DCT). Sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 26 tahun 2013 sambungnya, nama almarhum tidak dapat diganti oleh calon lain. “Sesuai dengan peraturan, caleg yang meninggal dunia tidak lagi memenuhi syarat untuk dipilih, Namun namanya, tidak bisa dicoret dalam DCT sebab sudah ditetapkan, ” tukasnya.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR          : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster