Jaksa Laporkan Oknum Anggota DPRD

 161 total views,  2 views today

PALEMBANG – Untuk ketiga kalinya, seorang jaksa yang bertugas di Jakarta Barat, Rosyidah (59), kembali melaporkan suaminya M Yusuf, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polsekta Sukarami, Rabu (5/3).

Korban yang tinggal di Jalan Kompleks Vila Gardena III, Blok B Kelurahan Karya Baru, Kecamatan ALang-Alang Lebar ini melaporkan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh suaminya.

Dijelaskan kuasa hukum korban Muhammad Yusuf Amir SH, korban telah ditelantarkan oleh suaminya Agustus 2013. Padahal antara korban dan terlapor masih dalam ikatan perkawinan yang sah.

“KDRT dalam rumah tangga itu bisa batin dan lahir. Klien kami ini telah ditelantarkan  dan tidak dipenuhinya kebutuhan lahir dan batin sebagai seorang istri oleh suaminya,” ungkap kuasa hukum korban.

Dugaan tindak pidana yang dilaporkan sesuai UU No 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT.  Dugaan tindak pidananya sesuai pasal 5 huruf D yakni  penelantaran dalam rumah tangga yang dijelaskan dalam pasal 9 bahwa setiap orang dilarang menelantarkan dalam lingkup rumah tangga dan wajib melakukan pemeliharaan dan perawatan.

“Ancamannya tiga tahun penajara atau denda Rp 15 juta rupiah,” tambah kuasa hukum korban.

Terpisah, suami korban M Yusuf mengatakan, dirinya mempertanyakan tindak pidana KDRT seperti apa yang dilakukannya. Menurut Yusuf, dirinya dengan korban sudah cerai secara sah menurut agama.

“Saya dan dirinya (Rosyidah), sudah tidak ada lagi kecocokan. Pokoknya saya sudah pasrah menghadapinya  biar semuanya diselesaikan dengan hukum,” ungkapnya.

Sementara itu Rosyidah mengatakan, akibat penelantaran tersebut dirinya menjadi sakit-sakitan. Korban juga mengaku jika laporan ini merupakan kali ketiga. Sebelumnya dirinya sudah melapor kasus perbuatan tidak menyenangkan, laporan menikah lagi, dan terakhir penalantaran.

“Saat ini saya masih istri sah dan saya merasa ditelantarkan. Sementara untuk proses perceraian di Palembang ditolak pengadilan, karena  harus dilakukan di Pengadilan Jakarta Utara karena alamat KTP saya disana,” ungkap Rosyidah yang beralamat sesuai KTP, di Jalan Jala-Jala, RT 2, RW 1, Kelurahan Rawa Badak Utara Kecamatan Koja, Jakarta Utara ini.

Sementara  itu, Kapolsekta Sukarami Kompol Imam Tarmudi melalui Kanit Reskrim Iptu AK Sembiring membenarkan laporan tersebut. Sebelumnya korban telah melapor kasus perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh suaminya. Kemudian menikah lagi dan terakhir tentang penelantaran.

“Untuk laporan yang pertama (perbuatan tidak menyenangkan) masih P 19. Dan laporan korban akan kita tindaklanjuti,” ujar Sembiring.

 

Teks     : Oscar Ryzal

Editor   : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster