Honorer Pertanyakan K2

 255 total views,  2 views today

PAGARALAM – Para honorer K2 yang dinyatakan tidak lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali mempertanyakan nasib mereka kepada Pemerintah Kota Pagaralam.

Yuliana, salah seorang honorer yang sudah belasan tahun mengajar di sebuah sekolah dasar sambil bercucuran air mata mengadukan nasibnya yang tidak lulus.

“Sejauh ini kami mempertanyakan kelanjutan nasib kami ini pak, karena kami sudah belasan tahun mengajar. Nasib kami saat ini seakan-akan menggantung dan tidak punya harapan lagi,” ujarnya seraya berkata bagaimana jika pihak sekolah tidak memerlukan lagi.

Perihal yang sama dikemukakan Mulyadi Putra Anom honorer K2 yang tidak lulus CPNS. Ia mengatakan, kami ingin tahu kejelasan nasib kami ini nanti.

“Memang kemarin sempat ada penjelasan dari walikota kalau kami akan dipekerjakan kembali sebagai tenaga kontrak, tetapi bila diperlukan. Yang menjadi permasalahan saat ini, bagaimana jika kami dianggap tidak diperlukan,” tanya Mulyadi.

Lanjutnya, sejauh ini sudah ada guru honorer yang dipaksa keluar dari pekerjaannya dengan alasan sudah tidak ada jam lagi. Apalagi dengan adanya guru sertifikasi yang harus memenuhi kuota mengajar dalam hitungan jam.

“Guru sertifikasi kan harus memenuhi kuotanya jika tidak ingin sertifikasinya dicabut. Sementara jam mengajarnya selama ini kan dipakai oleh para honorer. Kendati demikian, kami tidak punya kesempatan lagi mengajar,” katanya.

Terkait hal itu, Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni memahami kegundahan para honorer K2 yang tak lulus CPNS. Namun, semua itu merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPAN).

“Sejauh ini kami telah mengirimkan surat kepada Kementerian PAN RB untuk meminta petunjuk lebih lanjut agar kita dapat memberikan solusi yang terbaik bagi para honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun ini,” kata Ida.

Meski begitu, ada ribuan orang di seluruh Indonesia yang juga merupakan honorer K2 ini. Saat ini Ida menyarankan, untuk sementara waktu lakukan dulu pekerjaan mereka seperti biasa sambil menunggu kebijakan lebih lanjut. Apalagi sebelumnya pemkot juga sudah merencanakan pemberdayaan terhadap 55 orang atau 50 persen tenaga honorer K2 di Kota Pagaralam dinyatakan tidak lulus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar ditampung kembali melalui tenaga P3K dengan perjanjian kerja atau outsourcing.

Dikatakannya, untuk pengumuman seleksi K2 sudah diumumkan melalui website resmi. Namun, agar memastikan kebenaran hasil tes ini bisa dicek langsung melalui hardcopy yang diambil Kepala BKD Kota Pagaralam.

“Untuk kelulusan honorer K2 tidak ada masalah di Kota Pagaralam. Apalagi, hasil tes sama seperti di website,” terangnya seraya berkata yang menjadi bahan pemikiran saat ini adalah honorer K2 yang tidak lulus mencapai 55 orang tersebut jika disesuaikan dengan aturan yang ada saat ini tidak ada lagi sistem pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS.

Ia menambahkan, pihaknya berencana tetap mempekerjakan mereka dengan status outsourcing atau tenaga P3K dengan perjanjian kerja. “Pastinya mereka ini nantinya akan dianalisis terlebih dahulu sesuai kebutuhan daerah. Jika, memenuhi persyaratan dipekerjakan menjadi tenaga P3K perjanjian kerja,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala BKD Kota Pagaralam Imam Pasli SSTP beberapa waktu lalu mengatakan, penggunaan tenaga honorer K2 yang tidak lulus ini sesuai UU ASN. Apalagi, status pegawai di pemerintahan ada PNS dan Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

“Penggunaan tenaga mereka ini tergantung kebijakan daerah. Apalagi, ketika dipekerjakan fasilitas mereka ini sama seperti PNS, tetapi tidak punya hak pensiun,” ungkapnya.

Saat ini kata Imam, tenaga honor yang ada nantinya tidak boleh lagi. Sehingga status mereka akan menjadi tenaga kontrak, tidak mengikat dan bekerja tergantung keahlian.

“Kita akan mempelajari terlebih dahulu bagaimana sistem dan mekanismenya. Sebab, ini semua tergantung kebijakan daerah masing-masing. Jangan sampai ke depan akan ada masalah dan salah tanggapan,” ujarnya.

Diketahui, dari 110 peserta tes tenaga honorer K2, ada sebanyak 55 orang atau 50 persennya yang dinyatakan lulus. Para honorer K2 yang lulus, sejauh ini mulai mengurus berkas-berkas mereka untuk kelengkapan administrasi menjadi CPNS.

 

TEKS        : ANTONI STEFEN
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster