Diduga Akibat Tanah Ambles Dinding Rumah Warga Mengalami Retak

 834 total views,  2 views today

MUARAENIM – Warga yang tinggal di kompleks perumahan Midangan Asri, Rt 29, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupatan Muaraenim, dalam satu minggu terakhir dibuat cemas dan kuatir.

Pasalnya,  kondisi bangunan rumah mereka mengalami retak-retak. Informasi yang dihimpun, setidaknya ada 10 rumah warga yang bangunannya mengalami retak sejak beberapa hari yang lalu.

Penyebab retaknya tembok rumah warga tersebut, belum diketahui secara pasti. Namun dari keterangan  pemilik rumah, retaknya tembok rumah mereka diduga karena tanah yang  lokasi rumah di kompleks tersebut mengalami penurunan atau ambles.

“Kompleks perumahan ini, memang dibangun diatas tanah timbunan. Kemungkinan tanahnya, belum keras sehingga dinding rumah warga banyak yang retak,” kata Yosdarini, salah satu warga kompleks perumahan Midangan Asri ketika dibincangi, Rabu (5/4).

Rumahnya sendiri sebut Yosdarini, juga dibeberapa bagian dindingnya mengalami retak. Keretakan yang terjadi di rumahnya ada dibeberapa titik, seperti di dapur, di ruang tamu dan di kamar.

Ia khawatir, dengan keretakan tersebut rumahnya tidak memiliki kekuatan dan terancam ambruk. “Itulah yang kami khawatirkan, melihat kondisinya sepertinya retakan-retakan yang timbul terus bertambah,” jelasnya.

Senada dikatakan Raduin, tetangga Yosdarini. Ia mengaku, keretakan  yang terjadi berawal saat hujan deras terjadi beberapa malam lalu. Ia kaget saat bangun di pagi harinya, melihat dinding rumahnya mengalami keretakan dibeberapa tempat.  “Kalau rumah saya, keretakannya di ruang tamu, bahkan di kamar mandi dan WC juga mengalami keretakan,” bebernya.

Retakan sendiri menurutnya, berukuran variatif. Ada yang vertikal dan ada yang horizontal. Ia khawatir jika keretakan juga terjadi pada pondasi rumah. Karena menurutnya, jika sudah sampai pondasi otomatis bangunan rumah tidak akan memiliki kekuatan. “Yang paling parah mengalami keretakan rumah saya dan Yosdarini, tapi sekitaran kami rata-rata sudah ada bagian yang retak,” ucapnya.

Ketua RT 29, Andrian membenarkan kondisi tersebut. Bahkan menurutnya warga sudah melaporkan kejadian tersebut. Berdasarkan data pihaknya, tidak kurang dari 10 rumah yang mengalami kondisi tersebut. “Ada sekitar 10 rumah yang mengalami retak-retak itu,” jelasnya.

Menurutnya, rumah di kompleks tersebut diserah terimakan dari pengembang kepada warga pada tahun 2010 lalu.  Hanya saja menurutnya rata-rata rumah yang ditunggu warga, masih mengangsur. Ia berharap pihaknya terkait, dapat meninjau langsung kondisi tersebut dan mengambil tindakan, sehingga kejadian yang lebih parah dapat dihindari.  “Rata-rata rumahnya belum ada yang direhab, jadi masih bentuk asli saat diterima,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster