Desa Sinar Mulyo Terendam Banjir Ketinggian Air Mencapai 60 Centimeter

 276 total views,  2 views today

jalan akses menuju ke Desa Sinar Mulyo putus karena terendam air

jalan akses menuju ke Desa Sinar Mulyo putus karena terendam air

MUARA DUA – Akibat air Sungai Bungin meluap, puluhan rumah dan sawah milik petani di Desa Sinar Mulyo, Kecamatan Simpang, Kabupaten OKU Selatan, Selasa (4/3), terendam banjir. Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, kejadian tersebut tidak mengakibatkan adanya korban jiwa.

Namun warga harus mengalami kerugian, akibat hewan ternak mereka yang hanyut terbawa air dan bibit padi yang ditanam menjadi rusak karena sawah yang terendam air. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan, H Iskandar yang di konfirmasi melalui Kepala Pelaksana BPBD, Mahfi, membenarkan kondisi tersebut.

“Air saat ini, masih merendam rumah warga dan sekitar lima hektar sawah. Ketinggian air, sekitar 60 centimeter. Saat kejadian, jalan akses menuju ke Desa Sinar Mulyo putus karena terendam air,” kata Mahfi yang dibincangi, Rabu (5/3).

Ia menerangkan, ada 10 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban dalam bencana tersebut.  BPBD OKU Selatan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) saat ini jelasnya, berusaha untuk  memulihkan lagi akses jalan menuju desa tersebut.

“Kita bersama Pol PP, tengah menyedot air yang merendam badan jalan. Kita harapkan, volume air berkurang sehingga jalan akses ke Desa Sinar Mulyo, kembali normal,” terang Mahfi.

Ia menjelaskan, banjir yang merendam sawah dan perkampungan warga di Desa Sinar Mulyo itu terjadi akibat meluapnya air Sungai Bungin. Kondisi itu diperparah, dengan tersumbatnya saluran pembuangan air akibat sampah.

“Kejadian ini, harus jadi pelajaran. Kepada warga, kami himbau untuk menjaga lingkungan tempat tinggalnya dan membersihkan saluran pembuangan air dari tumpukan sampah. Sehingga saat air sungai meluap, tidak sampai merendam perkampungan dan sawah milik warga,” ucapnya.

Mengenai bantuan sambungnya, saat ini BPBD masih menunggu pendataan terhadap warga yang menjadi korban bencana tersebut. “Kita masih menunggu laporan dari kepala desa (kades) maupun pihak kecamatan, sehingga tahu apa-apa saja yang dibutuhkan warga,” urainya.

Ia juga berharap, BPBD Sumsel dapat meninjau lokasi bencana tersebut terutama badan jalan yang terendam banjir. Karena terang Mahfi, jalan itu statusnya adalah jalan provinsi. “Jalan itu juga, rentan longsor karena berada di daerah perbukitan. Kami berharap Pemprov Sumsel, bisa turun tangan untuk mengurangi resiko terjadinya bencana di kawasan jalan tersebut,” tukasnya.

 

TEKS              : FITRI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster