Terkait Konflik Pulau Kemaro Romi Persilakkan Disomasi

32 total views, 3 views today

Romi Herton Walikota Palembang

Romi Herton Walikota Palembang

PALEMBANG – Somasi yang dilayangkan ahli waris Kiai Merogan, terhadap kepemilikan Pulau Kemaro, tidak dipedulikan Wali Kota Palembang, Romi Herton.  Romi bahkan mempersilakkan,  jika ahli waris Kiai Merogan mensomasi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Namun kata Romi, somasi yang dilayangkan tersebut saat ini sedang dipelajari oleh pemkot. “Yang pasti, kami akan pelajari dahulu somasi yang dilayangkan tersebut, kalau mau somasi ya silakkan. Kan ada bagian hukum,” kata Romi dibincangi, Selasa (4/3).

Menurut Romi, pemkot akan tetap melakukan pembebasan lahan di kawasan tersebut. Pembebasan lahan pun sebutnya, sudah sesuai dengan prosedur.  “Pemkot juga beli lahan tersebut dari masyarakat, selain itu surat-suratnya juga lengkap kok, bukan di kasih cuma-cuma,” sebut Romi.

Sebelumnya, tim pengacara ahli waris Kiai Marogan, Hendri Ferdy mengatakan, kliennya masih menunggu niat baik pemkot, untuk menyelesaikan sengketa lahan di kawasan Pulau Kemaro tersebut.

Ia menyebut, lahan seluas 30 hektar yang dikuasai pemkot tersebut adalah milik kliennya. “Berdasarkan  Putusan Mahkamah Agung Nomor :1363K/Pdt/1987, memutuskan kalau lahan seluas 30 hektar di Pulau Kemaro tersebut adalah milik klien saya,” kata Hendry.

“Kami ingin mengadakan mediasi untuk masalah ini. Somasi pertama tidak ada tanggapan. Somasi kedua juga belu ada kejelasan, yang pastinya kami tetap ingin diselesaikan secara baik-baik,” ucapnya.

Sebagai informasi, sebelumnya keturunan ke empat Kiai Merogan, Helmi dan Zaidan melalui kuasa hukumnya Didi Efriadi SH, Jumat (28/2), mensomasi Pemkot Palembang. Somasi itu, telah dilayangkan dua kali terkait klaim pemkot atas kepemilikan lahan seluas 30 hektare dari luas Pulau Kemarao, seluas kurang lebih 80 hektare. Di lahan tersebutlah, pemkot akan membangun kawasan wisata.

“Klien saya, sebagai ahli waris dari Kiai Merogan merasa keberatan dengan rencana pembangunan tempat wisata yang dilakukan pemkot. Sebab di lahan yang akan dibangun itu, adalah milik 85 ahli waris Kiai Merogan. Klien saya pun, memiliki bukti atas kepemilikan lahan disana,” ucapnya.

Ia menerangkan, kepemilikan lahan di Pulau Kemaro itu pada 1987 pernah disengketakan hingga ke Mahkamah Agung. Saat itu jelasnya, MA memutuskan kalau lahan seluas 30 hektar di Pulau Kemaro, adalah sah milik ahli waris Kiai Merogan.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com