Stop! (Pungutan Liar?) Biaya Pernikahan

 207 total views,  2 views today

Oscar-Rizal Oscar Rizal

(Hunters Criminal News in Palembang)

Tiba-tiba sejumlah masyarakat mulai merasakan betapa beratnya untuk bisa menikah. Padahal kedua sejoli sejati sudah begitu ngebetnya untuk menikah. Padahal, akan lebih bijak jika kisah cinta asmara dua sejoli tak perlu diundur-undur terlalu lama. Bahkan idealnya kemudahan yang seharusnya diberikan, dari pada akan berakibat kepada hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi jika keduanya sudah sama-sama sepakat ingin membina mahligai rumahtangga. Sebaiknya kedua orangtua patut segera menyegerakan dan dapat mempercepat prosesnya pernikahannya.

Hal inilah yang beberapa waktu lalu DPR RI, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sempat mengusulkan supaya  pemerintah serius menggratiskan biaya pernikahan. Tapi dengan catatan, sejalan dengan itu  pemerintah harus memberi dukungan dana kepada Kantor Urusan Agama (KUA).

Pengurusan biaya nikah tanpa biaya alias gratis, memang menjadi dambaan bagi setiap calon pengantin, terutama bagi pasangan yang “berkantong cekak” atau ekonomi terbatas. Namun Meskipun disadari atau tidak, hingga sekarang, standarisasi  penggratisan dalam pernikahan masih perlakuannya masih sama dengan administrasi seseorang ketika mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akta kelahiran. Bila kemudian usulan pembebasan biaya nikah ini terwujud, diharapkan dapat menghilangkan praktik “pungutan liar” untuk biaya pernikahan seperti yang sering dikeluhkan masyarakat.

Melalui beberapa kasus yang terjadi di banyak daerah dan kejadian, selalu saja ada pegawai KUA yang sengaja memungut biaya nikah dengan harga tinggi. Alasan mereka, untuk efektifitas biaya operasional.  Padahal, selain mencatat pernikahan, KUA juga bertugas menyelenggarakan pencatatan rujuk, mengurus dan membina masjid, zakat, wakaf, ibadah sosial, serta pengembangan keluarga sakinah dan kependudukan sesuai kebijakan yang ditetapkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Diketahui, saat ini biaya operasional yang dikucurkan pemerintah untuk KUA baru sekitar Rp 2 juta per bulan. Jumlah ini diusulkan naik menjadi Rp 20 juta per bulan. Penambahan biaya ini tentu tidak akan membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebab hanya ada 5.382 KUA.  Total keseluruhan, pemerintah hanya perlu mengalokasikan dana sekitar Rp 2,5 triliun untuk KUA. Angka ini hanya 0,148 persen dari total APBN 2013 yang sebesar Rp 1.683 triliun.

Selayaknya memang pegawai KUA sudah waktunya lebih meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi calon pengantin, tanpa harus terbebani dengan keawajiban-kewajiban administrasi yang menyesakkan calon pengantin yang memiliki ekonomi terbatas. Pasalnya, persoalan ini bukan pada seberapa banyak calon pengantin yang “berkantong tebal” yang sanggup membayarnya.

Akan tetapi, faktanya sejumlah calon pengantin yang siap menikah,  terbukti masih banyak pasangan pengantin yang kondisinya dalam keterbatasan biaya.

Bahkan, dalam agama tidak mengajarkan pertimbangan pernikahan dengan membenturkan persoalan adminsitrasi yang bertele-tele di KUA. Apalagi, pasangan calon pengantin sudah layak menikah. Bukankah ajaran Rasul mengajarkan, salah satu hal yang segera dipercepat adalah menikahkan seorang anak?  Atau dalam hadits yang lain, Rasulullah Saw dalam petikan haditsnya menyebut:  “Menikah adalah sunnahku” katanya. Jadi bagaimana jika niat menikah itu berhadapan dengan konndisi ekonomi yang terbatas alias kantong kempes? Apakah hal itu kemudian menjadi keladzim-an jika harus menunda pernikahan?

Jika agama sudah mengajarkan untuk menyegarakan menikah, atau menikah adalah sunnah nabi, mengapa pertimbangan administrasi (keuangan terbatas) untuk KUA seringkali menjadi hambatan pasangan calon pengantin yang akan menikah?  Oleh sebab itu, stop pungitan ,liar biaya pernikahan. Caranya, menggratiskan biaya pernikahan merupakan jalan keluar yang terbaik, sebagai bentuk kepedulian negara (pemerintah) terhadap warga yang punya keterbatasan secara ekonomi. Hanya saja, pemerintah juga wajib memberikan jalan keluar biaya untuk memback-up tugas KUA di negeri ini.

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster