Semende Berpotensi Banjir Bandang

 231 total views,  2 views today

MUARAENIM – Wilayah Semende yang terdiri dari tiga kecamatan masing-masing Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Semende Darat Tengah (SDT) dan Semende Darat Laut (SDT) memiliki potensi ancaman banjir bandang.

Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya tingginya curah hujan, tingginya serapan air serta pembukaan lahan yang berpengaruh kepada rendahnya penyerapan air di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaraenim, Untung Suropati mengatakan, adanya potensi ancaman banjir bandang di wilayah Semende tersebut berdasarkan hasil pantauan tim dari geologi pusat. “Kalau kita lihat kondisinya sepertinya tidak masuk akal, tapi itu berdasarkan hasil kajian,” jelasnya, Selasa (4/3).

Selain itu, menurutnya, banjir bandang sendiri rata-rata memang terjadi di kawasan dataran tinggi. Banjir itu sendiri sifatnya terjadi sewaktu-waktu dengan debit air melebihi batas rata-rata normal debit air sungai di kawasan itu sendiri.

Dimana, terang dia, banjir bandang juga disertai dengan material bumi seperti tanah, batu dan pasir. “Sifatnya memang seperti itu dan rata-rata terjadi di dataran tinggi dengan curah hujan yang juga tinggi,” jelasnya.

Tiga kecamatan di wilayah Semende diakuinya merupakan dataran tinggi, yang termasuk dalam cakupan wilayah Bukit Barisan. Fakta tersebut bukan untuk menakut-nakuti, namun sebagai acuan semua pihak khususnya masarakat Semende untuk selalu waspada. “Kita berharap itu tidak terjadi,” ucapnya.

Sementara menurut Zulkifli, warga Desa Sugiwaras, Kecamatan Tanjung Agung, Kecamatan Muaraenim mengaku terkejut dengan hal tersebut. Karena menurutnya,  ia tidak bisa membayangkan kalau terjadi banjir bandang di wilayah Semende.

Mengingat wilayah Kecamatan Tanjung Agung khususnya yang berada di pinggiran aliran sungai Enim, berada dibagian hilir wilayah Semende. “Kami tidak bisa membayangkan mas kalau di Semende sudah banjir bandang, berarti kami disini bisa tenggelam,” ucapnya.

Untuk itu, menurutnya, pihak terkait di Muarenim dapat menginformasikan kepada masyarakat Semende mengenai hal tersebut. Sehingga apa-apa yang bisa memicu terjadinya banjir bandang dapat ditanggunglangi sedini mungkin. “Semisal pelarangan membuka hutan sembarangan karena bisa berdampak kepada itu tadi (banjir bandang),”  tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster