Manajer Security PT BA Ancam Kades

 283 total views,  2 views today

 

MUARA ENIM – Bak seorang koboi, Manajer Security PT Bukit Asam (BA), Iskandar Zulkarnain mengancam Kepala Desa (Kades) Tanjung Raja, Kecamatan Muaraenim, A. Halik dan Ketua Forum Pemuda-Pemudi Desa Tanjung Raja (IPTARA), Siswanto, dengan senjata api (senpi) jenis pistol.

Tak hanya sekedar mengancam, Iskandar juga sempat menembakkan senpi miliknya tersebut satu kali, kemudian menodongkan pistol miliknya itu ke hadapan Halik. Informasi yang dihimpun, kejadian ini berawal saat Kades Tanjung Raja dan warganya itu, Senin (3/3) sekitar pukul  16.45 WIB hendak menemui Manajer Security PT BA tersebut.

Tujuannya, untuk mengantarkan surat agar pada rekrutmen atau penerimaan satpam di PT BA yang sebentar lagi dibuka, dapat melibatkan pemuda dari Desa Tanjung Raja yang merupakan warga ring satu PT BA.

Setelah lama menunggu, sekitar pukul 16.45 WIB, Halik dan warganya dipersilakkan masuk oleh staf  kantor dengan terlebih dahulu disuruh mengetuk pintu. Saat pintu diketuk dan diucapkan salam, tak ada sahutan. Pintu kembali diketuk, namun tetap tidak digubris.

“Saat kita mengetuk pintu, sama sekali kita tidak dihargai dan tidak dipersilahkan masuk. Bahkan Manajer Security tersebut menyebut nak kades, nak bupati terserah. Dak katek urusan,” terang Kades Tanjung Raja, A Halik.

Karena tidak dipersilakkan masuk maka sebut Halik, ia bersama warganya segera pulang dengan terlebih dahulu menutup pintu yang terbuka. “Tetapi tiba-tiba manejer security itu keluar, dengan membawa pistol. Ia juga mengatakan gek ku tembek kamu. Dia kemudian menembak ke bawah satu kali di ruangan tunggu security, kemudian berkata monyet kamu. Pergi kamu,” sebut Halik sambil menirukan perkataan Iskandar.

Direktur Utama PT BA melalui Sekretaris Perusahaan, Joko Pramono kepada wartawan menyesalkan kejadian itu. Ia pun atas nama manajemen PT BA, meminta maaf. “Kejadian itu, sudah kami tanyakan langsung pada yang bersangkutan. Ia mengakuinya, “ kata Joko saat menggelar jumpa pers.

Pihaknya pun terang Iskandar, sudah menyerahkan permasalahan tersebut kepada kepolisian untuk diproses secara hukum. Terkait sanksi kepada yang bersangkutan menurutnya, belum bisa diputuskan karena akan dilakukan evaluasi. “Yang jelas akan kita lakukan pembahasan, terkait sanksi akan kita tinjau lebih lanjut,” ujarnya

Joko juga menerangkan, Iskandar baru tiga bulan menjabat sebagai Manajer Security di PT BA. Hanya saja statusnya bukan dibawah manajemen PT BA langsung. Secara struktur yang bersangkutan, ada dibawah General Manager (GM) Security PT BA.

Joko mengakui, yang bersangkutan merupakan pensiunan TNI yang bertugas di Mabes TNI. “Beliau belum lama bergabung dan statusnya bukan pegawai PTBA namun tenaga kontrak,” tukasnya.

 

TEKS               : SISWANTO

EDITOR           : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster