Limbah RSUD Cemari Rumah Warga

 326 total views,  2 views today

akibat bocornya saluran Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Talang Ubi, menyebabkan aliran limbah medik mengalir ke pemukiman warga.

akibat bocornya saluran Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Talang Ubi, menyebabkan aliran limbah medik mengalir ke pemukiman warga.

PALI – Diduga akibat bocornya saluran Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Talang Ubi, menyebabkan aliran limbah medik mengalir ke pemukiman warga.

Bau menyengat yang ditimbulkan dari limbah tersebut membuat warga sekitar resah dan meminta pihak rumah sakit mengangai masalah tersebut.

Keresahan tersebut seperti yang diutarakan Zul (35), warga Pasar Bayangkara yang rumahmya  persis berada dibelakang RSUD Talang Ubi. Rumah Zul dan tembok rumah sakit hanya dipisahkan oleh jalan selebar tiga meter.

Hampir setiap sore, halaman rumahnya digenangi air dengan bau menyengat yang berasal dari IPAL.

“Waduh, baunya sangat menyengat. Kami tidak tahan dengan bau tersebut,” keluh Zul kepada Kabar Sumatera, Selasa (4/3).

Dirinya juga sempat mengintip sumber air dibalik tembok rumah sakit tersebut. Ia kaget, karena air berasal dari IPAL yang notabene merupakan air limbah. “Namanya rumah sakit kan tempat orang sakit berobat. Jelas jijiklah,” sambungnya.

Hal senada juga dikeluhkan Sugeng yang rumahnya bersebelahan dengan Zul. Sugeng juga merasa terganggu dengan melubernya limbah dihalamannya dan nyaris masuk ke dalam rumah.

“Tidak tahu kenapa limbah air yang baunya busuk dibiarkan keluar. Apa susahnya kalau diperbaiki agar kami tidak tetular penyakit,” jelas Sugeng.

Ia menambahkan, warga sekitar pernah menyampaikan keberatan terhadap manajemen rumah sakit. Namun sayangnya, belum ada langkah perbaikan yang dilakukan pihak rumah sakit.

Sementara itu, Direktur RSUD Talang Ubi, dr Dhandy Wijaya, tidak berhasil dihubungi. Saat didatangi dikantornya, yang bersangkutan tidak ada ditempat. “Lagi keluar pak. Katanya mau ke kantor Bupati di KM 10,” kata salah satu pegawai.

Saat coba dihubungi via telepon pun, nomor yang biasa digunakan dr Dhandy pun tidak aktif.

KabarSumatera pun akhirnya menghubungi Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten PALI dr Hj Eni Zatila MKM, Menurut Eni, limbah yang dimaksud warga bukan limbah medik, melainkan limbah laundry, yaitu sisa air mencuci pakaian atau alas tempat tidur.

“Itu bukan limbah medik, tapi limbah laundry,” kata Eni yang juga mantan Direktur RSUD tersebut.

Saat menjadi direktur rumah sakit itu, lanjut Eni, dirinya pernah melakukan perbaikan terhadap saluran air limbah itu. “Dulu waktu saya disana pernah juga begitu. Dan Alhamdulillah dapat diatasi. Tapi kalau sekarang masih bocor juga, nanti kita sampaikan ke direkturnya untuk segera diperbaiki,” ungkapnya.

Memang diakui Eni, keberadaan rumah sakit tersebut sudah tidak layak lagi untuk menjadi rumah sakit tingkat kabupaten. Lokasinya yang berdampingan dengan pemukiman penduduk dan terbatasnya areal pengembangan membuat rumah sakit itu untuk segera dipindahkan atau dibangun baru.

“Kita sedang mencari lokasi yang tepat dan mudah dijangkau untuk relokasi rumah sakit kabupaten,” jelasnya.

 

Teks           : Indra Setia Haris

Editor         : Junaedi Abdillah

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster