Gorong-gorong Rusak, Warga Desak Perbaikan

 307 total views,  2 views today

Nampak gorong-gorong terlihat rusak sehingga sudah memakan separuh jalan.

Nampak gorong-gorong terlihat rusak sehingga sudah memakan separuh jalan.

PALI – Kondisi Gorong-gorong  yang berada di Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan berada dijalan utama yang menghubungkan Jalan Betung – Karang Agung  rusak parah.

Kerusakkan tersebut diakibatkan oleh erosi serta adanya truk bertonase berat melintas. Aliran sungai bahkan sudah memakan separuh badan jalan. Bila pengendara tidak hati-hati tidak menutup kemungkinan akan terperosok ke dalam sungai.

“Kalau baru pertama kali ke sini (Betung), bisa-bisa terjerumus. Sudah banyak kejadian seperti itu disini” kata Yan Anggara salah satu warga Desa Betung kepada Kabar Sumatera, Selasa (4/3).

Yan, berharap kepada Pemkab PALI agar segera memperbaiki jalan tersebut, mengingat jalan itu sebagai poros utama untuk menghubungkan beberapa desa.

“Sedikitnya enam desa menggunakan jalan itu untuk menuju kecamatan. Belum lagi warga yang hendak ke Air Itam, Kecamatan Penukal. Artinya jalan itu kan jalan utama di kabupaten ini,” jelas Yan.

Yan berharap, Pemkab PALI dapat segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut. “Kita tahu Pak Bupati, sangat perhatian dengan jalan rusak. Buktinya jalan Karang Agung-Prambatan saja akan dibuat mulus. Apalagi ini, cuma sedikit,” ujarnya.

Yan menduga, kerusakan jalan ini akibat dilintasi kendaraan yang bermuatan berat. Perusahaan perkebunan sawit yang ada sering menggunakan kendaraan yang bertonase berat.

“Mobil pengangkut sawit disini sering melintas dengan tonase berlebih. Lihat saja surat jalannya, sudah melebihi kapasitas yang dibolehkan. Makanya jalan cepat rusak,” ungkap Yan.

Hal senada juga diungkapkan Juntoro Hasbullah, tokoh pemuda Kecamatan Abab. Dirinya mendesak Pemkab PALI segera memperbaiki jalan tersebut. Namun Juntoro juga mengharapkan agar setiap kendaraan yang akan melintas jalan tersebut juga agar memperhatikan tonase angkutannya.

“Biaya pembangunan jalan ini sangat mahal. Buktinya untuk jalan ke Prambatan saja menghabiskan Rp 10 Milyar. Sudah seharusnya bersama-sama kita menjaganya. Jangan sampai kendaraan yang melintas justru bermuatan berlebihan. Siapa lagi yang akan menjaganya, kalau bukan kita sendiri,” tegas Jun, panggilan akrabnya.

 

Teks           : Indra Setia Haris

Editor         : Junaedi ABdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster