Empat Napi Nyabu Di Lapas

 170 total views,  2 views today

Ilustrasi Sabu

Ilustrasi Sabu

INDERALAYA – Adanya pengguna narkoba di Lemabaga Pemasyarakatan (LP), nampaknya bukan isapan jempol semata.

Hal itu dibuktikan dengan diamankannya empat penghuni Lapas Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), lantaran kedapatan pesta sabu di dalam sel.

Keempat napi yang diamankan yakni dua bersaudara Rasyid Saputra (21) dan Dedy Gumara (19)  keduanya warga Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, serta yakni  Syaiful (36) dan Maliki (51).

Para napi diamankan petugas Polres OI pimpinan Kasat Narkoba AKP M Ihsan, Senin (3/3) sekitar pukul 19.00 WIB.

Dari data yang diperoleh, Syaiful sendiri tercatat pencandu narkoba yang divonis 7,6 tahun penjara yang tengah menjalani tahanan selama 2,5 tahun karena kasus menyimpan 20 gram sabu senilai Rp 30 juta, dan Maliki (51), warga Sri Dalam dalam kasus pencurian  kayu.

Sedangkan Rasyid Saputra (21) dan Dedy Gumara (19), terlibat pembobolan ruko di Kota Inderalaya dengan masa tahanan sekitar 2 tahun.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, penangkapan terhadap keempat penghuni lapas berawal dari adanya petugas lapas yang memergoki dua penghuni lapas  Rasyid dan Dedy sedang mamakai narkoba.

Hal itu diperkuat dengan adanya temuan alat hisap (Bong), dan sabu sisa pakai. Berkat adanya Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan antara Lapas Tanjung Raja, Polres OI dan Pemkab OI, petugas lapas langsung menghubungi petugas.

Mendapat laporan tersebut, Kasat Narkoba dan anggota langsung meluncur ke lapas. Berkat nyayian Rasyid dan Dedy, petugas juga mengamankan Syaiful dan Maliki lantaran sabu tersebut berasal dari keduanya.

Keempat napi beserta barang bukti di bawa ke Polres OI untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Ogan ILir AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasat Narkoba AKP M Ihsan mengatakan,  baru-baru ini, tengah dilakukan penandatanganan MoU antara Lapas Tanjung Raja dengan Kapolres Ogan Ilir mengenai upaya penekanan kasus narkoba dan tindak kejahatan lainnya  yang melibatkan para tanahan dan narapidana di Lapas Tanjung Raja.

“Lalu pihak lapas menghubungi kami. Awalnya dua yang diamankan yakni Rasyid dan Dedy. Setelah kita intograsi, keduanya mengaku bahwa sabu nerasal dari Syaiful dan Maliki. Keempatnya kita bawa ke polres,” tutur Kasat, Selasa (4/3).

Dari pengakuan Rasyid dan Dedi, sabu yang siap hisap didapat dari Fitri salah satu  napi di lapas (belum ditangkap) dengan membeli Rp 80 ribu.

“Kami berdua tersugesti oleh Saiful dan Miliki yang tengah mengisap sabu, makanya kami pinjam alatnya lalu kami beli sabu Rp 80 ribu kepada Fitri,’’ ujar Rasyid dan Dedi.

Sementara pengakuan Siaful sendiri, bahwa dirinya memang sudah kecanduan, “Kalau tidak ngisap kepala aku jadi pening,’’ singkat Siaful.

 

Teks      : Junaedi Abdillah

Editor    : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster