Awas, Pelaku Curanmor “Gentanyangan”

 221 total views,  2 views today

 

-Tiga Kasus Curanmor di Awal Tahun 2014

PALI – Meski sudah dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), namun sayangnya curanmor senantiasa sering terjadi. Bahkan, baru tiga bulan berjalan di tahun 2014, sudah terdapat tiga kasus pencurian di Desa Curup.

Pelaku pencurian yang masih “gentanyangan” di desa tersebut menyebabkan warga resah dan mendesak polisi untuk sering melakukan patroli dan menangkap pelaku.

Kasus curanmor tersebut seperti yang dialami Usni bin Cik Semar alias Gerot (42) warga Desa Curup Kecamatan Tanah Abang yang harus kehilangan sepeda motor kesayangannya jenis Yamaha Vega ZR  BG 5370 OM.

Peristiwa tersebut terjadi, Jumat (28/2) sekitar pukul 03.00 dini hari. Korban yang saat itu baru bangun dan hendak keluar rumah, justru mendapati pintu gudang rumahnya sudah rusak berikut kuncinya. Lebih kaget lagi, korban mendapati sepeda motor kesayangannya sudah lenyap.

Menurut Gerot, pada tahun 2014 ini, kejadian kehilangan sepeda motor didesanya sudah tiga kali terjadi. “Saya korban ketiga didesa ini. Saya harap polisi segera menangkap pelaku karena sudah sangat meresahkan,” ujar Pak Gerot kesal.

Hal ini dibenarkan Alpian, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Curup, Kecamatan Tanah Abang. Menurut Alpian, kejadian yang berulang kali ini sudah sangat meresahkan masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP M Aris SIK melalui Kapolsek Tanah Abang AKP A Roni Romli yang dihubungi Kabar Sumatera membenarkan kejadian atas nama Usni bin Cik Semar tersebut.

“Benar yang bersangkutan sudah melaporkan kejadiannya dan saat ini sedang kita lakukan pengusutan,” ujar Roni.

Banyaknya kejadian curanmor ini, menurut Roni sudah menjadi perhatian serius pihaknya. Untuk itu, Roni berharap agar setiap terjadi kehilangan, agar warga segera melapor ke Polsek setempat.

“Warga hendaknya langsung melapor, jangan sampai dua-tiga hari baru melapor,” ujarnya.

Kebanyakan warga, menurut Roni melaporkan kehilangan hanya semata-mata untuk mengurus klaim asuransi semata. “Kalau mau klaim asuransi baru melapor, ini tentu saja menyulitkan kita” jelasnya.

Roni menghimbau, agar warga tetap berkerjasama dengan kepolisian untuk mengungkap kejahatan yang meresahkan. “Polisi itu bukan malaikat. Kerja sama yang baik dengan masyarakatlah yang membuat polisi kuat. Informasi tentang kejahatan, hendaknya diinformasikan sehingga memudahkan kita mengungkap kasus,” jelas Roni.

Selain itu, lanjut Roni, warga juga agar menghidupkan kembali Poskamling untuk menekan angka kejahatan. “Dengan adanya Poskamling itu, akan berpengaruh positif bagi keamanan warga. Selain itu, kami minta kalau ke tempat yang rawan janganlah pergi sendirian,” pungkasnya.

 

Teks/Foto    : Indra Setia Haris

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster