40 % Depot Air Isi Ulang Tak Layak

 164 total views,  2 views today

PAGARALAM – Usaha depot air minum isi ulang, kini marak di Pagaralam. Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagaralam menyebut, 40 persen usaha tersebut, air minum isi ulangnya tidak layak di konsumsi.

Kepala Dinkes Pagaralam, Roshan YM MKes melalui Kepala Penyehatan Lingkungan, Hendri menyebut, hingga kini dari puluhan depot air minum isi ulang di Kota Basemah itu, baru sekitar 50 depot masuk dalam pemeriksan uji laboratorium yang di fasilitasi Dinkes Kota Pagaralam.

“Baru sekitar 60 persen depot yang ada di Bumi Besemah ini, sudah berlebel Dinkes Kota Pagaralam. Sementara sisanya lagi, bisa dikatakan belum memenuhi standar kesehatan untuk layak konsumsi,” kata Hendri ketika dibincang, Selasa (4/3).

Menurutnya, agar kualitas air dapat memenuhi standar dan layak konsumsi, sebelumnya harus dilakukan pemeriksaan biologi dan pemeriksaan kimia oleh pihak laboratorium ekoli ekolipom.

Untuk pemeriksaannya, sejauh ini Dinkes Pagaralam masih meminta bantuan dari labortorium yang ada di Lahat. Di Pagaralam sebutnya, belum berdiri laboratorium ekoli ekolipom.

Selain belum ada labortorium tersebut menurutnya, banyaknya depot air minum isi ulang yang tidak layak disebabkan Pagaralam belum memiliki peraturan daerah (Perda), yang menjadi payung hukum untuk mengatur keberadaan depot air minum isi ulang tersebut.

“Namun untuk pengawasan, kita berpegangan dengan SK Menkes Nomor : 942/Menkes/SK/VII/2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan, dan SK Menkes Nomor : 907/Menkes/SK/2002 Tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.

Saat ini sambungnya, Dinkes tengah berupaya membuat draf rancangan perda (Raperda), yang akan dijadikan payung hukum guna mengatur tentang syarat dan pengawasan depot air minum isi ulang tersebut. “Semoga Raperda yang akan kita ajukan ke dewan dapat terealisasi dengan baik,” ujarnya.

Terpisah, Endek (41), salah satu pemilik usaha depot air minum isi ulang yang berada di Jalan Indragiri, Kelurahan Tebat Giri Indah mengaku, secara rutinitas depot miliknya melakukan pemeriksaan uji laboratorium yang diajukan melalui Dinkes setempat.
“Kita selalu mengontrol kualitas air yang ada pak, agar selalu mendapatkan predikat layak dikonsumsi,” tukasnya.

TEKS : ANTONI STEFEN
EDITOR : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster