Terkait Hutang Piutang Narkoba, Sutar Disekap dan Dianiaya Oleh Okum Perwira Polda Sumsel

 298 total views,  2 views today

polisi

PALEMBANG – Malang nasib yang dialami Sutar (35), warga Jalan Slamet Riady, Pasar Kuto, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang. Ia disekap dan disiksa oleh oknum perwira yang bertugas di Yanma Polda Sumsel.

Akibat penyekapan dan penyiksaan itu, Sutar tidak dapat bicara, karena rahangnya  remuk. Informasi yang dihimpun, penyekapan dan penyiksaan  yang dilakukan oknum bernisial S dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) itu terkait dengan hutang piutang narkoba antara korban dengan oknum perwira menengah itu.

Informasi yang berhasil dihimpun,  kejadian bermula saat AKP S mendatangi rumah korban. Setelah menjemput Sutar dari rumahnya, oknum petugas ini mengajak korban ke kawasan Jalan Brigjen Hasan Kasim, Celentang, Palembang.

Diduga oknum tersebut meminta korban, untuk memberikan uang Rp 56 juta. Karena tidak menemui kata sepakat, korban dibawa ke rumahnya oleh oknum polisi tersebut. Disana korban disekap dan disiksa.

Kelurga Sutar yang cemas dan tidak mendapat kabar mengenai Sutar, berusaha mencari keberadaanya. Keluarga korban terkejut, ketika mendapat kabar jika Sutar telah disandera oknum polisi tersebut, karena tidak mampu menyiapkan uang yang telah dimintanya.

Keluarga korban pun melaporkan kejadian itu ke Propam Polda Sumsel. Minggu (2/3), sekitar pukul 13.00 WIB, kediaman AKP S ini digerebek. Petugas mengamankan oknum tersebut dan Sutar yang telah babak belur.

Keduanya langsung dibawa ke Polda Sumsel untuk diamankan, termasuk meminta keterangan dari sang oknum tentang kebenaran masalah utang piutang dan penyiksaan yang dilakukan terhadap Sutar.

Adik Sutar, Konang ketika dikonfirmasi menuturkan, anggota keluarga belum mengetahui pasti bagaimana kejadian tersebut. “Kami belum tahu pasti duduk persoalannya, nanti dihubungi lagi jika sudah jelas,” katanya singkat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan itu sudah diproses, kita sudah memanggil AKP S dan Sutar untuk dimintai keterangan,” jelasnya saat di konfirmasi.

“Karena terlapor ini anggota Polri, maka akan diperiksa secara intensif oleh Propam. Nantinya, akan ada dua sidang yakni sidang umum pidana dan kode etik. Pasal 351 dan pasal 170 akan dijadikan dasar pemeriksaan,” tukasnya.

 

TEKS              : OSCAR RYZAL

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster