Pemantapan Formasi Tim, Maanfaatkan Jeda Kompetisi

 177 total views,  2 views today

Pelatih SFC, Subangkit memimpin langsung saat sesi latihan rutin di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Beberapa waktu lalu. Foto ; Iwan Cheristian KS

Pelatih SFC, Subangkit memimpin langsung saat sesi latihan rutin di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Beberapa waktu lalu. Foto ; Iwan Cheristian KS

Palembang – Jedah kompetisi nampaknya dimanfaatkan betul bagi coach SFC Subangkit untuk meracik, pemantapan taktik dan formasi skuadnya untuk mengarungi lanjutan kompetisi Indonesian Super League (ISL) musim ini.

Berbagai rotasi pemain bahkan formasi pun selalu dicoba oleh sang arsitek pada pertandingan-pertandingan ujicoba yang dilakoni Sriwijaya FC pada masa rehat kali ini.

Hal ini juga dilihatkan oleh Subangkit, di pertandingan ujicoba lalu saat  melawan Perak FA.

Subangkit merotasi beberapa pemainnya untuk mengisi posisi yang tidak biasa ditempati oleh pemainnya. Hal ini memang dikatakan Subangkit untuk melakukan rotasi serta pengembangan taktik bermain agar membiasakan pemain bias siap jika sewaktu-waktu terjadi perubahan formasi pada saat pertandingan.

“Ini kita lakukan karena kita melakoni pertandingan persahabatan. Jadi saya sengaja melakukan beberapa rotasi, untuk mencoba taktik permainan yang baru agar nantinya pada kompetisi sesungguhnya bisa diterapkan juga,” ujar Subangkit.

Ia menambahkan, formasi yang diterapkannya pada pertandingan ujicoba melawan Perak beberapa hari lalu serta menghadapi juniornya SFC U-21 pada hari ini, formasi yang akan digunakan Laskar Wong Kito tidak akan jauh berbeda  saat menghadapi Persija Jakarta.

“Ya, kira-kira pemain dan formasi yang akan kita gunakan saat menghadapi Persija tidak akan jauh bebeda dengan yang kemarin kita terapkan, karena memang saya saat ini mulai pembentukan materi tim dalam menghadapi Persija nanti,” jelas Subangkit.

Namun demikian, lanjut Subangkit, saat ini tim SFC masih memiliki beberapa kekurangan, salah satunya yang disoroti ialah kinerja lini belakanga yang kerap kali melakukan kesalahan sendiri.

“Saya rasa lini belakang kita masih kurang koordinasi, beberapa kali saya lihat mereka niskomunikasi, dan hal tersebut akan kita perbaiki sebelum bertanding ke Jakarta,” terangnya.

Sementara itu, Subangkit sendiri nampaknya cukup mendapat angin segar setelah satu pemainnya yang serba bisa yakni Maman Abdurahman telah kembali bergabung bersama timnya.

Belum lagi, kini SFC juga mendapatkan amunisi pemain baru, setelah dimana Seftarianto dinyatakan resmi bergabung bersama Laskar Wong Kito untuk satu musim kedepan.

“Kita sambut baik kedatangan Sefta, karena jika ada salah satu pemain tengah kita cidera, tim ini akan goyah. Dengan kehadiran Sefta saya kira dapat mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan seperti itu,” pungkasnya.

 

Teks       : Saddam Suryanda

Editor     : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster