Masyarakat Ancam Demo Pertamina

 447 total views,  2 views today

-Desak Aparat Usut Pengadaan Sucker Truck Pertamina

PALI – Rusaknya Sucker Truck milik PT Pertamina EP Asset II, seharga Rp 3Miliar  yang pengadaannya dilakukan tahun 2012 lalu memancing reaksi dari masyarakat.

Sucker Truck yang berfungsi untuk menyedot limbah minyak tersebut terindikasi sarat penyimpangan. Meski baru berumur satu tahun, namun kendaraan tersebut sudah ambruk akibat patah as.

Bahkan saat akan menanjak pun seperti tidak bertenaga dan mengeluarkan asap hitam pekat.

Masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendesak pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas dugaan dan indikasi penyelewengan pengadaan Sucker Truck tersebut.

Seperti diungkapkan organisasi Forum Aspirasi Masyarakat PALI (FAM PALI). Ketua FAM PALI,  Mulyadi Assoy mendesak pihak berwajib untuk segera menindaklanjuti masalah tersebut.

Bahkan, pihaknya mengancam akan melakukan aksi pengerahan massa melalui aksi demo ke PT Pertamina Pendopo.

Dirinya mengatakan dengan tegas, apabila pihak berwajib terkesan “tutup mata”, maka pihaknya akan mengajak masa untuk melakukan demo akbar.

“Kita tidak main-main akan hal ini. Kita berjanji dalam waktu sesingkat mungkin, akan melakukan demo akbar ke PT Pertamina Pendopo. Apabila pihak berwajib terkesan diam saja dan tidak menindaklanjutkan
indikasi korupsi di pengadaan kendaraan ini,” tegasnya, Kepada Kabar Sumatera, Senin (3/3), di Ibukota Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.
Ia menambahkan,  mengatakan apabila kasus ini tidak segera ditindaklanjuti pihak berwenang, baik dari Kepolisian, Kejaksaan, dan bahkan KPK, maka dipastikan akan menutup kepercayaan masyarakat banyak terhadap pihak yang berwajib, dalam menegakan hukum di Republik Indonesia, dalam pemberantasan korupsi.

“Dipastikan, kepercayaan masyarakat akan luntur apabila kasus ini hanya sebatas cerita. Untuk itu, kita dari organisasi resmi di wilayah Kabupaten PALI ini, berharap pihak berwajib secepatnya bertindak,
sebelum kita melakukan aksi demo akbar ke PT Pertamina Pendopo,” tuturnya.

Sementara itu, Humas Pertamina EP Asset II Elly Chandra Perangin-angin yang dihubungi harian ini menyatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap prosedur pengadaan mobil mewah tersebut.

Hasilnya, lanjut Chandra, pihaknya tidak menemukan kesalahan dalam proses pengadaan dan pelelangannya.

“Kita sudah periksa dokumen dan proses pengadaan ini, semuanya sudah sesuai prosedur yang berlaku. Barangnya sendiri sudah diperiksa saat diserahterimakan. Jadi tidak ada masalah,” ujarnya.

Terkait kendaraan tersebut sudah ambruk dalam usia baru setahun, Chandra menganggap hal itu sebagai hal yang biasa terjadi. “Namanya juga barang dipakai, pasti ada kerusakan. Yang jelas pengadaannya
sudah sesuai prosedur,” imbuh Chandra.

 

Teks     : Indra Setia Haris

Editor   : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster