Terhadap Kabut Asap Sumsel Belum Tetapkan Tanggap Darurat

 138 total views,  2 views today

Kabut Asap | Kompas.com

Kabut Asap | Kompas.com

PALEMBANG – Provinsi Riau, kini menetapkan status tanggap darurat terhadap kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut.Tak hanya Riau, sejumlah provinsi tetangga Sumsel seperti Sumatera Barat (Sumbar), Jambi dan Bengkulu juga sudah terpantau titik api (hot spot) yang berpotensi menimbulkan kabut asap.

Walau pun begitu, Sumsel belum juga menetapkan status tanggap darurat terhadap kabut asap. Hal itu menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebakaran Hutan dan Hutan, Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel, Taufik, karena sampai saat ini belum terpantau adanya titik api di Sumsel.

Menurutnya, sifat titik api ini kadang berubah-ubah tergantung aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat. “Pemantauan kita, belum ada titik hot spot yang terlihat. Mudah-mudahan bisa bertahan lama,” kata Taufik ketika dibincangi, Kamis (27/2) di ruang kerjanya.

Kendati demikian, berdasarkan catatan yang masuk ke pihaknya, titik panas yang terpantau tiga hari terakhir, selalu berubah (fluktuatif) dan masih dalam kategori titik panas. Tanggal 24 Februari sebutnya terpantau lima titik, pada 25 terpantau sembilan titik, terakhir pada 26 tidak ada.

Selain berfluktuatif sambungnya, titik panas yang terpantau lokasinya tidak tetap. “Karena berpindah-pindah inilah, kita kategorikan masih dalam titik panas. Jika ada satu titik api yang lokasinya tetap, maka itu baru masuk dengan kategori hot spot,” terangnya.

Sementara di Riau, Sumbar, Jambi dan Bengkulu menurutnya saat ini sudah ada titik api. Tingkat ketebalan asapnya juga sambungnya, sudah mengancam kesehatan masyarakat. Sedangkan Sumsel, Taufik memprediksi, titik api meningkat pada Juni mendatang.

Kondisi ini bisa dipelajari berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, lantaran masuknya musim kemarau. Tak hanya itu, meningkatnya aktivitas pembukaan lahan perkebunan dengan jalan membakar tanaman, juga menjadi pemicu terjadinya kabut asap tersebut.

“Kita siap siaga menanggulangi kebakaran lahan dan hutan tersebut. Bahkan, pengawasan bersama pihak terkait juga terus dilakukan sebagai bentuk monitoring, mengingat luasnya areal perkebunan warga di Sumsel,” tegas dia.

Terpisah, Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sumsel, Sumarwan mengaku siap menginstruksikan seluruh anggota Tagana baik di tingkat provinsi ataupun kabupaten, jika diminta terlibat untuk memberikan bantuan terhadap korban kabut asap di Sumsel. “Termasuk melakukan pemadaman di titik api tersebut, 24 jam kita siap dilibatkan,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster