Kontes Waria Dapat Kecaman

 304 total views,  2 views today

Ilustrasi |Metrotvnews.com

Ilustrasi |Metrotvnews.com

MUARAENIM – Penyelenggaraan konteks ratu kecantikan untuk kaum trans gender atau waria, Rabu  (26/2) lalu di Gedung Kesenian, Muaraenim yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporpor) Kabupaten Muaraenim, mendapat kecaman dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Ketua I MUI Muaraenim, Taufik Hidayat, menyayangkan penyelenggaraan kontes kecantikan tersebut “Harusnya meminta masukan terlebih dahulu, dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam dan MUI, layak atau tidak acara tersebut digelar. Kita sama sekali, tidak mendapatkan informasi kegiatan itu, baik dari panitia maupun Disporpar Muaraenim,” kata Taufik ketika dibincangi, Kamis (27/2).

Menurut Taufik, penyelenggaraan kontes waria itu merusak citra Muaraenim sebagai kabupaten yang agamis. Dengan citra tersebut harusnya tegas Taufik, segala sesuatu harus disesuaikan dengan ajaran agama.

Sementara keberadaan kaum trans gender tersebut jelas Taufik, bisa dikategorikan melawan kodrat. Dengan demikian kata dia, pihak penyelenggara sudah merestui tindak tanduk yang sudah berkatagori bertentangan dengan agama. “Pada prinsipnya kita sama dengan ormas Islam yang lain, kita sangat menentang dan tidak mendukung kegiatan-kegiatan semacam itu,” jelasnya.

Diakuinya, sejauh ini pihaknya belum pernah mengeluarkan aturan atau fatwa mengenai larangan kegiatan seperti itu. Mengingat selama ini, hal tersebut belum pernah digelar di Muaraenim.

Kedepan, pihaknya akan mengajak semua ormas Islam dan keagamaan di Muaraenim untuk menyatukan pendapat, dan dan kemungkinan mengeluarkan larangan kegiatan serupa digelar di wilayah Muaraenim. “Kedepan akan kita wacanakan hal itu, dan sekali lagi kita sangat menyayangkan adanya event-event seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disporpar Muaraenim, Febriansyah Nang Ali mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan seperti itu. Karena menurutnya, keberadaan waria juga merupakan bagian dari masyarakat.

Sehingga tidak ada pengecualian termasuk dalam bentuk kegiatan atau event-event khusus kaum waria tersebut. “Kita mendukung langkah atau kegiatan yang mereka laksanakan, selama itu masih ada kaitan positifnya,” ucapnya.

Ia tidak menampik, kalau tidak semua unsur masyarakat atau ormas setuju dengan kegiatan itu. Namun menurutnya, banyak sisi positif yang bisa diambil dalam kegiatan-kegiatan seperti itu, salah satunya bentuk kreatifitas.

Sehingga menurutnya, pola pikir atau pola pandang yang berafiliasi sepihak dan selalu memandang negatif keberadaan kaum waria di Muaraenim, harus dirubah. “Dalam kegiatan itu, Disporpar Muaraenim bukan sebagai penyelenggara utama namun sebagai pendukung. Kita bahkan mendukung, jika kegiatan itu digelar secara rutin setiap tahun,” ucapnya.

“Kegiatan ini, adalah wujud penyaluran hal yang positif. Waria juga manusia, yang butuh dihargai dan mendapatkan dukungan. Karenanya, kita sambut baik kegiatan itu, dan ambil positifnya saja,” tukasnya.

 

TEKS             : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster