Baru Setahun, Truk Pertamina Senilai Rp 3M “Ambruk”

 278 total views,  2 views today

kendaraan sucker truck milik PT Pertamina Field Pendopo.

kendaraan sucker truck milik PT Pertamina Field Pendopo.

PALI – Barang baru biasanya kuat dan tahan banting. Apalagi baru berumur satu tahun. Namun entah kenapa kendaraan sucker truck milik PT Pertamina Field Pendopo, yang diperkirakan diadakan tahun 2012 lalu tiba-tiba ambruk.

Setelah diselidiki ternyata roda depan truk tersebut patah as. Diduga, truk bernilai Rp 3M ini beli bekas atau barang rakitan.

Kendaraan yang tergolong mewah itu, kesehariannya difungsikan  untuk mengambil air bersih, dari Desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, menuju PT Pertamina Field Pendopo, Kabupaten PALI.

Kejadian tersebut berlangsung, Selasa (25/2) sekitar pukul 13.20 WIB, di Jalan menuju Ibukota Pendopo, tepat di Talang Rimbo, Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Kendaraan yang berisikan air ini mengalami patah as dibagian kiri depan. Selain itu  juga terlihat adanya bekas  las, sehingga sangat terkesan adanya indikasi mobil sucker truck tersebut  barang bekas atau barang rakitan. Akibatnya, aktivitas mobil tersebut terpaksa tidak berfungsi.

Legal and Relation PT Pertamina Field Pendopo, M Haryono membenarkan jika sucker truck tersebut merupakan milik pihaknnya yang telah diterima sejak tahun 2012. “Sucker truck tersebut memang kita terima tahun 2012, kalau anggarannya sekitar Rp3 miliar lebih,” katanya, Rabu (26/2).

Namun, perihal adanya indikasi barang bekas atau seken, pihaknnya tidak bisa berkomentar banyak. “Lebih baik kepihak pemenang proyeknya saja. Karena, kita disini cuma menerima. Sedangkan tender sucker truck itu sendiri berada di Pertamina Prabumulih,” ujarnya.

Sementara, Mulyadi Asoy, dari Forum Aspirasi Masyarakat PALI (FAM-Pali) mengharapkan kepada pihak berwajib, harus bisa mengusut masalah tersebut secara tuntas.

“Hal-hal yang merugikan negara berarti juga merugikan masyarakat. Dan ini tidak bisa dibiarkan. Kepada pihak yang berwenang dan pihak berkompeten mesti mampu mengusut tuntas kalau itu memang kasus. Jangan diam saja,” tegasnya kepada KabarSumatera, Kamis (27/2).

Menurut tokoh pemekaran Kabupaten PALI ini, bahwa Kabupaten PALI tidak akan bisa maju, apabila masyarakatnya hanya berfikir, proyek dan untuk mencari keuntungan individu atau organisasi.

“Perlu diingat itu semua ada tanggung jawabnya. Bahwa sifat-sifat masyarakat yang merugikan negara, harus diberantas tuntas,” pungkasnya.

 

Teks     : Indra Setia Haris

Editor   : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster