Siswi SD Diperkosa Jukir

 440 total views,  6 views today

Ilst.

Ilst.

PALEMBANG – Ardianto (25), pria yang sehari-hari sebagai Juru Parkir (Jukir), di Stasiun Kertapati, Palembang, terpaksa harus mendekam di balik jeruji Polresta Palembang.

Warga Jalan Ki Merogan, Lorong Polka , RT 12, RW 2, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati Palembang, dibekuk petugas Sat Reskrim Polresta Palembang, lantaran diduga telah memperkosa sebut saja Bunga (10), yang masih duduk di kelas VI Sekolah Dasar (SD) itu, sebanyak dua kali

Penangkapan tersebut juga berdasarkan laporan dari keluarga korban ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT),  Polresta Palembang, Rabu (26/2).

“Hasil visum korban, baru kita ambil dari Rumah Sakit positif. Sehingga pelaku langsung kita amankan dari rumahnya. Tersangka (Ardianto) akan kita kenakan Pasal 81 UU Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002 dengan ancaman penjara selama 15 tahun,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Djoko Julianto.

Lanjut Djoko, perkosaan terhadap korban terjadi Desember 2013 silam. Tersangka yang berprofesi sebagai Juru Parkir (Jukir) ini, menjadikan rumahnya sebagai tempat parkir bagi pelajar SMP, SMA YWKA dekat stasiun Kertapati, awalnya mengajak korban main ke rumahnya.

“Di dalam kamarnya, korban Bunga yang masih terbilang tetangganya itu, diajak nonton Televisi (TV) sembari mendengarkan lagu anak-anak bersama keponakan tersangka,” tuturnya.

Oleh tersangka, sambung Djoko, keponakannya diminta keluar kamar untuk membeli es di warung. Saat berdua itulah, korban diperkosa. Tersangka sendiri tidak menampik perbuatan bejad dilaporkan keluarga Bunga.

“Versi tersangka, ia memperkosa Bunga karena bocah bawah umur itu adalah pacarnya. Tersangka membujuk korban dengan mengiming-imingi korban uang. Pertama, hanya memegang dada korban dengan memberi uang Rp5 ribu. Kedua perkosaan, merenggut kesucian korban ia mengeluarkan uang Rp15 ribu,” ucapnya.

“Aku tuh pacaran karna dia (Bunga), suka minta duit jajan kalau mau pergi sekolah,” tutur tersangka.

Untuk kasus M, Djoko mengungkapkan akan segera memanggil korban. “Sementara baru satu laporan yang masuk. Untuk siswi SMP itu akan kita panggil untuk dimintai keterangan. Kita juga akan berkoordinasi dengan psikolog untuk mengetahui apakah tersangka memiliki kencenderungan ke anak-anak (pedofilia,red),” tukasnya.

 

Teks     : Oscar Ryzal

Editor   : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster