Pukul Kekasih, Pemulung Diamuk Massa

 181 total views,  4 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Berdalih dibawah pengaruh minum  keras (Miras), seorang pencari barang bekas (pemulung), dengan gelap mata menghajar kekasihnya hingga babak belur, Rabu (26/2).

Akibat perbuatannya tersebut, Safarudin (28) diamankan petugas Polsekta Ilir Timur II Palembang. Tersangka sendiri ditangkap setelah menganiaya Dewi (25), yang sehari-harinya juga berprofesi sebagai pemulung.

Penangkapan Safarudin sendiri, bermula saat tersangka dan dewi bersama-sama mencari barang bekas di Jalan M Isa tepatnya di depan SPBU lama. Lantaran menganggap Dewi lambat dalam berkerja, akhirnya membuat tersangka nekat memukul korban.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Sentosa Lorong Kemang Kelurahan Plaju tersebut, akhirnya ditangkap warga dan tersangka sempat dihajar oleh warga sekitar yang melihat kejadian tersebut.

Namun beruntung, saat kejadian ada salah seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang melintas dan mengamankan tersangka dari amukan massa dan menyerahkannya ke Polsek Ilir Timur (IT) II Palembang

Diakui tersangka, sebelum memukul korban, ia bersama kedua rekannya yang seprofesi sebagai pemulung yakni Kiki dan Feri di Pasar Lemabang. Terlebih dahulu menenggak minuman keras jenis mension.

“Saya pukul Dewi dengan menggunakan besi yang saya gunakan untuk memulung satu kali di bagian punggung,” jelas lelaki yang pernah masuk penjara dalam kasus kepemilikan senjata tajam (Sajam) tersebut.

Lanjutnya, jika dirinya sudah menjalin asmara dengan korban selama satu tahun lebih dan rencananya akan menikah.

“Selain mabuk saya nekad memukul dia lantaran dia marah dan cemburu sama orang rumah saya,” terangnya.

Kapolsek Ilir Timur II Palembang, Komisaris Polisi (Kompol) Yoga Baskara, Jaya melalui Wakapolsek AKP Rachmat Syawal Pakpahan saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini pelaku sudah diaankan di Polsekta IT II beserta barang bukti satu potong besi bersama hasil pulungannya.

“Pelaku diamankan berkat adanya laporan dari seorang oknum TNI yang mengamankan dari massa dan akibat ulahnya tersebut pelaku bisa terjerad pasal 351 KUHP tentang  penganiayaan,” jelasnya.

 

Teks      : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster