Pelajaran Berlalulintas Masuk Kurikulum

 172 total views,  2 views today

Bupati OI, H Mawardi Yahya menyerahkan buku kepada Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat. | foto : Junaedi Abdillah

Bupati OI, H Mawardi Yahya menyerahkan buku kepada Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat. | foto : Junaedi Abdillah

INDERALAYA – Tingginya angka kecelakaan yang didominasi oleh usia produktif hampir di seluruh Indonesia membuat Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), kepolisian membuat terobosan untuk menekan angka kecelakaan.

Terobosan tersebut dengan menggandeng Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), untuk memasukan mata pelajaran berlalulintas masuk ke kurikulum di sekolah.

Jika sudah terlaksana, diharapkan angka kecelakaan khusunya pada usia produktif dapat ditekan. Untuk mengimplementasikan program tersebut, di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Jajaran Polres OI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI, melalui Dinas Pendidikan (Disdik), Ogan Ilir melakukan peluncuran buku pengintegrasian pelajaran berlalulintas di Gedung LPMP, Kota Inderalaya, Rabu (26/2).

Hadir dalam acara tersebut Bupati OI, H. Mawardi Yahya, Kapolres OI, AKBP Asep jajat Sudrajat, Sekda OI, H. Sobli, unsur muspida,  Kepala Cabang Dinas (Lacabdin), se-Ogan Ilir, ratusan kepala sekolah serta Guru mata pelajaran Pemdidikan Kewarganegaraan (PKN) se- Ogan Ilir.

Bupati OI, H Mawardi Yahya dalam kesempatannya mengatakan sangat apresiasi dengan adanya kerja sama tersebut. Menurutnya, hal itu memberikan wawasan dan pengetahuan kepada siswa tentang keselamatan berlalulintas.

“Ini sangat baik dan patut diberikan apresiasi. Peahaman berlalulintas harus diberikan sejak dini. Apalagi untuk usia produktif bisa memahami pentingnya berlalulintas,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat didampingi Kasatlantas AKP Arman Sahti mengatakan, peluncuran buku tersebut merupakan program Mabes Polri dengan menggandeng Kemendikbud untuk memasukan mata pelajaran berlalulintas di sekolah.

“Ya, buku ini akan masuk dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Ini untuk pemahaman kepada siswa tentang berlalulintas,” ujarnya.

Ia menambahkan, tekhisnya, polres akan terlebih dahulu memberikan arahan dan bimbingan kepada guru yang akan mengajar tentang buku tersebut.

“Kita beri pengarahan dan pelatihan dulu kepada guru, dan nanti bisa langsung diberikan kepada muridnya,” tuturnya.

Untuk mata pelajaran tersebut, sambung AKP Arman, semua tingkatan dan kelas baik SD, SMP, SMA sederajat akan mendapatkan pelajaran tersebut.

“Tingkatan itulah yang masuk usia produktif. Apalagi SD, harus usai dini,” ucapnya.

Disinggung jumlah korban kecelakaan usia produktif, Arman menjelaskan, hingga saat ini ada sekitar 126 kasus kecelakaan lalulintas dengan rata-rata korban usai produktif.

“Dengan adanya buku ini, diharapkan angka tersebut dapat ditekan semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid SMP/SMA Rudi Pasrah mengatakan, usai penandatangan tersebut, pihaknya akan langsung menerapkan mata pelajaran tersebut di sekolah.

“Tapi sebelun itu ada pelatihan dulu dan koordinasi dekan lantas. Untuk pelajaran berlalulintas masuk mata pelajara PKN. Satu minggu dua jam pelajaran,” ujarnya.

Dirinya berharap, dengan masuknya pelajaran tersebut diharapkan juga mampu menekan angka kecelakaan khususnya usia produktif.

 

TEKS      : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster