Muhamadiyah Mencari Solusi Persoalan Umat

 183 total views,  2 views today

muhammadiyah

  • Munas Tarjih Muhamamdiyah akan Digelar

PALEMBANG – Sebagai salah satu organisasi tajdid  (pembaru), Muhammadiyah berkewajiban untuk melakukan upaya nyata dalam merespon sejumlah persoalan umat. Baik dalam konteks  hukum (fikih), politik, dan pemerintahan, ekonomi, sosial, budaya, seni pendidikan dan bidang lainnya. Hal itu dikemukakan Prof DR Romli, SA, M.Ag, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumsel, dalam jumpa pers di gedung Dakwah Muhammadiyah, Rabu (26/2).

Lebih lanjut Dosen Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang ini menjelaskan, menyikapi kompleksitas masalah umat yang terus berkembang, menurut Romli, Muhammadiyah terus berupaya menyikapi permasalahan tersebut dengan ijtihad yang cerdas, segar dan selektif.

Gagasan pencerahan Muhammadiyah ini, menurut mantan Pembantu Rektor III IAIN Raden Fatah Palembang ini, kemudian diwadahi dalam sebuah ‘lokomotif’ pemikiran dan pambaruan, yaitu Majelis Tarjih dan Tajdid yang dibentuk tahun 1927.

Gagasan yang dilahirkan oleh majelis ini, menurut Romli, berakar pada spirit tajdid, dengan dua orientasi, yaitu purifikasi dan dinamisasi. “Muhamamdiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, juga berupaya mencermati persoalan-persoalan umat dan bangsa yang muncul seiring dengan laju berkembangnya modernitas,” tegasnya.

Bertolak dari sejumlah tanggungjawab moral terhadap berbagai masalah umat di era kekinian, menurut Romli, posisi Majelis Tarjih dan Tajdid menjadi sangat penting untuk merumuskan gagasan-gagasan ke-Islaman yang segar dan mencerahkan umat dan bangsa. Salah satu bentuk upaya nyata Muhammadiyah dalam merspon persoalan umat itu, lanjut Romli, dalam waktu dekat Muhammadiyah akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih Muhammadiyah ke-26.

“Forum ini akan mempertemukan alim ulama Muhammadiyah dari sejumlah wilayah di Indonesia, guna mendiskusikan isu-isu keagamaan yang bersifat aktual dan mendesak sekaligus untuk mencari jalan keluar yang cerdas dan mencerahkan umat dan bangsa,” tambahnya.

Dijelaskan, dalam Munas itu, akan dibahas lima agenda penting, yaitu ; masalah pengelolaan air, pedoman mewujudkan keluarga sakinah, pengembangan putusan tarjih, terkait dengan ibadah tuntunan ramadhan, shalat idul adha dan idul fitri, juga pedoman manasik haji. “Dan selain itu pedoman takziyah serta doa-doa jenazah,” tambahnya.

Dalam jumpa pers itu dihadiri sejumlah pengurus PW Muhammadiyah Sumsel, diantaranya

Drs H Thohlon Abd Rauf, Abu Hanifah, Marshal, Ng dan juga jajaran Muhammadiyah Pusat. Direncanakan, Munas yang akan digelar pada 27 Februari – 2 Maret 2014 ini, mengusung tema : “Fikih yang berkemajuan untuk pencerahan peradaban”. Sebagai pembicara, Prof DR H Amin Abdillah, DR H Haedar Nashir,M.Si, Prof DR Abu Bakar, MA, Prof DR Romli SA, M.Ag, DR H Mukthe Fajar dan DR Chusnul Mariyah.

 

TEKS              : AHMAD MAULANA

EDITOR          : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster