Duh, KTP Bisa Dipalsukan

 389 total views,  2 views today

*Digunakan untuk Buat Rekening Bank dan Penipuan

PALEMBANG – Tak hanya ijazah, atau barang lainnya yang dipalsukan. Ternyata Kartu Tanda Penduduk (KTP) juga kini sudah dipalsukan. Buktinya, kemarin, Satuan Sat Reskrim  Polsekta  IT I berhasil membongkar sindikat pemalsuan KTP.

Ada dua tersangka, yang diamankan. Keduanya diduga selain menjadi menjadi sindikat pemalsu KTP, para pelaku menggunakan KTP palsu untuk membuat rekening yang sering di gunakan, untuk sindikat penipuan melalui pesan singkat atau short message service (SMS).

Padilah (25), warga Pondok Gede, Pondok Bambu Kuning A3, RT 1, RW 4, Kecamatan Bokong Gede, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, salah satu tersangka yang diamankan kepada petugas mengaku telah membuka rekening di sejumlah bank menggunakan KTP palsu tersebut.

Namun ia berdalih, tidak tahu kalau KTP yang dipakainya tersebut adalah KTP palsu.  “Selama ini, saya tahu ada KTP yang dikasih Rian. Ia menyuruh saya membuka rekening, kalau soal pemalsuan KTP, saya tidak mengetahuinya,” elak Padilah.

Ia menjelaskan, kenal dengan Rian sewaktu menumpang bus dari Bogor menuju Palembang.   Kemudian ia bertukar nomor handphone (HP). Setelah lama tidak bertemu, saat ia di Palembang tiba-tiba Rian menghubunginya untuk menawarkan pekerjaan.  “Waktu itu saya belum punya KTP Palembang, kemudian Rian menawarkan jasa untuk mengurus KTP saya, yah saya percaya saja,” ungkapnya.

Tak hanya satu KTP yang dibuatkan Rian, tetapi ada 8 KTP dengan alamat berbeda, yang diberikan Rian kepada Padilah. “Saya kemudian disuruh membuka rekening, untuk satu KTP bisa membuka hingga 10 rekening di bank yang berbeda,” jelasnya.

Selama membuka rekening lanjut Padilah, Rian yang memberi uang. “Jadi setiap membuka ATM membawa Rp 300 ribu, uangnya langsung ditarik Rp 250 ribu, Rp 150 ribu, saya kasihkan dengan Rian. Setiap kali membuka rekening, saya mendapat upah Rp 100 ribu,” bebernya.

Sementara itu, Rian (34), warga Desa Terusan Menang, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini mengaku, rekening yang dibuat oleh Padilah dengan KTP palsu itu di jualnya kembali ke sejumlah orang di Tulung Selapan.  “Ada 10 orang yang memesan rekening itu, yang saya tahu rekening itu dijadikan untuk judi togel dan judi online,” jelasnya.

Rian menyebut mempunyai jaringan untuk membuat KTP palsu. KTP palsu itu sebutnya dibuat oleh AR (DPO). “Saya sudah lama kenal dengan AR, sewaktu membuat KTP palsu,” ucapnya seraya menyebut sejak Desember 2013 hingga saat ini, sedikitnya sudah 88 rekening yang sudah ia buat menggunakan KTP palsu tersebut.

Kapolsek IT I Palembang, Kompol Apria Jaya didampingi Kanit Reskrim Ipda Hamsal menjelaskan, penangkapan berawal saat kedua pelaku hendak membuka rekening di BNI syariah A Rivai, kemarin.

Petugas yang sudah menaruh curiga kepada kedua pelaku, melaporkan hal itu ke Polsek IT I. “Mendapatkan laporan, anggota kita langsung ke lokasi dan mengamankan pelaku. Satu KTP palsu yang mereka gunakan, biasa digunakan untuk membuka 6-10 rekening dan ATM,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk di Palembang belum ada penipuan yang di lakukan saat ini, namun pelaku pernah melakukan penipuan di daerah Lampung. “Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku di jerat dengan pasal 263 JO 655 ayat 1 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara,” tukasnya.

TEKS              : OSCAR RYZAL

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster