Rusun 26 Ilir tidak Layak Huni

 1,528 total views,  2 views today

Rumah susun (Rusun) di kawasan 26 Ilir dan Jalan Radial, Palembang.

Rumah susun (Rusun) di kawasan 26 Ilir dan Jalan Radial, Palembang.

PALEMBANG – Rumah susun (Rusun) di kawasan 26 Ilir dan Jalan Radial, Palembang, sudah tidak layak huni namun masih saja dipertahankan. Manager Perumahan Nasional (Perumnas) Cabang Palembang, Hotland Sianipar mengatakan, saat ini kondisi rusun sebenarnya sudah tidak layak huni.

Selain menjadi kumuh, bangunan rusun juga sudah melebihi batas rencana pembangunan yang ada. “Hak Guna Bangunan (HGB) Rusun ini sudah tahun 2013 lalu. Bahkan, bangunan ini didesain untuk 30 tahun. Nah, ini dibangun sekitar tahun 1984, berarti sudah 30 tahun,” kata Hotland dibincangi, Selasa (25/2).

Saat ini jelasnya, kondisi rusun cukup memprihatinkan. Karena sejak dibangun lebih dari 20 tahun yang lalu, hunian ini belum pernah dilakukan peremajaan. Bahkan, HGB dari rusun ini telah berakhir sejak 2013 lalu.

Keberadaan Rusun telah melebihi batas rencana pembangunan. Kalau kita lihat kondisi kawasan dan kondisi bangunan dari rusun ini sudah tidak layak huni lagi. Menurut Hotland, Rusun 26 Ilir ini berlokasi di tengah kota, sehingga keberadaan rusun ini berkait erat dengan rencana pengembangan kota secara nasional.

“Untuk revitalisasi ini memang tidak mudah. Karena, sebagian besar penghuni rusun ini telah berganti. Baik berpindah kepemilikan ataupun disewakan, kepada pihak lain. Dulu ada pengurus perkumpulan, namun saat ini perkumpulan ini sudah tidak jelas keberadaannya. Sehingga, komunikasi semakin sulit dilakukan,”katanya.

Hotland mengaku, sesuai dengan wacana awal Rusun ini akan direvitalisasi dalam bentuk apartemen murah dengan sasaran kelas menengah. Namun, prioritas tetap diperuntukan bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut.

Sebab jelasnya, hal tersebut sesuai dengan ketentuannya. Untuk setiap tower apartemen akan dibangun diatas 16 lantai. Selain itu, kawasan apartemen ini juga akan dilengkapi di Ruang Terbuka Hijau (RTH), kawasan bisnis, drainase, taman bermain, serta sejumlah fasilitas lainnya.

“Saat ini jumlah warga rusun tercatat 3.500 warga yang tersebar di blok-blok, artinya, saat ini rusun tersebut memiliki 50 blok maka mungkin saja setelah revitalisasi jumlahnya akan berkurang. Karena sebagian lahannya akan dibangun untuk sejumlah fasilitas. Seperti RTH dan lain-lain. Namun, solusinya akan ditingkatkan ke atas menjadi lebih tinggi untuk setiap towernya,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Palembang, Ridwan mengatakan, untuk merealisasikan revitalisasi Rusun 26 Ilir memang dibutuhan rencana yang strategis.

Karena jumlah penghuni Rusun cukup banyak. Hal tersebut berkaitan dengan upaya relokasi dan lain-lain. “Sebenarnya sudah banyak investor yang mau merevitalisasi kawasan tersebut. Tapi itu semua perlu proses dan butuh waktu,” tukasnya.

 

TEKS             : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster