Percepatan KEK TAA, Pemprov Coba Yakinkan Presiden

 191 total views,  2 views today

Pelabuhan Tanjung Api-Api

Pelabuhan Tanjung Api-Api

PALEMBANG – Percepatan realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) dikebut. Agar Surat Keputusan (SK) Presiden mengenai kawasan ini keluar, Pemprov Sumsel bergerak cepat dengan membentuk sebuah Tim Pengelola KEK.

Asisten II Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri menegaskan, tim ini nantinya bekerja cepat agar merealisasikan dan meyakinkan presiden dalam waktu dekat, untuk menerbitkan SK KEK TAA tersebut.

Menurutnya, secara umum, tim ini tetap di ketuai oleh Gubernur Sumsel. Namun untuk penentuan kawasan dan pelaksana di lapangan, dipegang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel.

“Tim Pengelola ini, berupaya memenuhi semua keperluan yang dibutuhkan oleh Presiden RI sebelum menerbitkan status KEK itu,” kata Ruslan yang dibincangi usai rapat persiapan KEK di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/2).

Terkait pembagian tugas yang akan dilakukan antara pemprov dengan Kabupaten Banyuasin, Ruslan mengaku tidak ada masalah. Sebagai leading sector, pemprov tetap melibatkan Pemkab Banyuasin sebagai mitra kerja, terutama permasalahan pembebasan lahan berada di lingkungan KEK tersebut.

Meski begitu, khusus untuk lahan yang masuk dalam KEK, Ruslan menjamin pemprov akan mengupayakan pembebasan lahan seminimal mungkin, mengingat masih cukup banyaknya areal yang harus direklamasi sehingga tidak memerlukan biaya pembebasan. “Kalaupun ada pembebasan hanya di lahan tanam tumbuh, dan itu masih masuk dalam kategori wajar,” kata dia.

Sementara, Kepala Disperindag Sumsel, Permana, mengaku telah menyiapkan sejumlah rencana aksi demi mewujudkan KEK TAA. Salah satunya, dengan pembentukan tim kelembagaan yang selama ini berjalan tidak maksimal.

Tak hanya itu, persiapan pelimpahan wewenang serta kejelasan status lahan yang digunakan untuk kawasan ini, juga menjadi prioritas tim yang dipimpinnya. “Keterlibatan pemkab setempat untuk menyosialisasikan kepada masyarakat, untuk tidak memperjual-belikan lahan sangat penting. Jangan sampai, lahan yang nantinya digunakan untuk kawasan KEK justru menjadi sengketa dikemudian hari,” tegas dia.

Ia juga menjamin, jika tim pengelola siap bekerja keras demi memastikan infrastruktur kawasan pendukung kawasan, seperti jalan, air dan listrik. “Harus ada stimulan berbentuk insentif bagi investor yang berinvestasi di lokasi KEK ini,” ujarnya.

Ditempat yang sama, GM PT PLN (Persero) Wilayah S2JB, Paranai Suhasfan mengaku siap memberikan pasokan listrik di lokasi KEK tersebut. Setidaknya, PT PLN telah mempersiapkan dua trafo bermuatan masing-masing 60 megawatt. “Suplai listrik di lokasi itu bisa kita siapkan 120 megawatt,” jelasnya.

Kendati demikian, kekuatan listrik tersebut bisa saja bertambah dengan melihat perkembangan yang ada. “Untuk sementara, dua trafo kita itu sudah cukup sekali. Tapi kalau kurang, bisa kita tambah,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster