Pelipatan Kertas Suara Diawasi Ketat

16 total views, 3 views today

Proses Pelipatan Surat Suara yang diawasi Ketat Oleh Aparat Kepolisian | Foto : Joen KS

Proses Pelipatan Surat Suara yang diawasi Ketat Oleh Aparat Kepolisian | Foto : Joen KS

*Di Pagaralam Ada 50 Kertas Suara Rusak

INDRALAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kabupaten dan kota di Sumatera Selatan (Sumsel), mulai menerima logistik untuk Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April mendatang. Bahkan sejumlah KPU di Sumsel, sudah melakukan pelipatan kertas suara.

Di Kabupaten Ogan Ilir (OI), KPU setempat sudah mulai melakukan penyortiran dan pelipatan kertas suara. Penyortiran dan pelipatan kertas suara ini, dilakukan dalam pengawasan ketat pihak kepolisian.

Pantauan Kabar Sumatera, Selasa (25/2), sejumlah petugas dari Polres OI dan Polsek Indralaya terlihat berjaga-jaga mengawasi pelipatan kertas suara ini. “Ada lima petugas kepolisian dari Polres OI dan Polsek Indralaya, yang mengamankan pelipatan kertas suara ini. Selain itu, gudang kertas suara pun dijaga 24 jam oleh petugas kepolisian dan Sat Pol PP,” kata Ketua OI, Anhiri.

Untuk melipat kertas suara ini menurut Anhiri, ada 100 orang yang di rekrut KPU OI. Sebelumnya mereka sebut Anhiri, sudah didata. Hal itu untuk menghindari agar tidak ada pendukung salah satu parpol atau caleg, yang menyusup.

Tenaga kerja yang melipat kertas suara ini tegasnya, sudah di wanti-wanti untuk tidak merusak, mencoblos atau membawa pulang kertas suara yang dilipat tersebut. “Jika ada yang ketuan melakukan itu, kita akan membawanya ke ranah hukum,” tegasnya.

Sementara itu Komisioner KPU OI Divisi Sosialisasi, Amrah Muslimin menambahkan, pelipatan kertas suara itu dilakukan secara bertahap. Maksudnya pelipatan kertas suara untuk DPR RI, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten dilakukan terpisah. Tujuannya, agar tidak tertukar.

“Untuk melipat kertas suara ini, setiap tenaga kerja yang diperbantukan mendapatkan honor yang dihitung berdasarkan jumlah surat suara yang dilipat masing-masing tenaga kerja tersebut. Satu surat suara dihargai Rp 150,” ujarnya.

50 Kertas Suara Rusak

Sementara itu di Pagaralam, KPU setempat menemukan ada 50 kertas suara yang rusak. Komisioner KPU Pagaralam Divisi Logistik dan Perencanaan Keuangan, Boy Arcan menyebut, surat suara yang rusak itu ditemukan saat dilakukan penyortiran kertas suara yang dilakukan dalam tiga hari terakhir.

“Kita sudah menerima sebanyak 416.082 lembar surat suara, yang disimpan dalam 420 boks. Setelah di sortir, kita temukan 50 lembar surat suara yang rusak. Rinciannya, 30 lembar surat suara untuk DPD dan 20 lembar surat suara untuk DPRD Pagaralam,” kata Boy.

Kendati demikian sebut Boy, temuan itu belum final. Sebab pelipatan dan penyortiran masih terus berlangsung. Untuk melipat dan menyortir surat suara ini bebernya, dibutuhkan waktu setidaknya satu pekan.

Terpisah, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pagaralam, Haidir Murni meminta KPU Pagaralam memperjelas kerusakan kertas suara itu. “Jika ada kerusakan, harus jelas kerusakan seperti apa. Selain itu harus dibuat berita acaranya dan harus di koordinasikan lagi,” tegas Haidir.

Kertas suara yang rusak itu lanjut Haidir, mesti diperlihatkan kepada umum dan diberi waktu untuk melakukan pemeriksaan secara bersama-sama guna menghindari berbagai hal yang dapat menciderai lajunya proses demokrasi. “KPU Pagaralam jangan asal bilang rusak saja, kemudian disimpan tanpa pemberitahuan. Mereka harus membuat berita acara, yang disaksikan sejumlah pihak terkait,” tukasnya.

 

TEKS              : JUNAEDI A/ ANTONI S    

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com