Massa dan Polisi Bentrok di KPU Sumsel Dua Provokator Ditembak

 294 total views,  2 views today

Rusuh - Seorang Demonstran berusaha memaksa masuk kekantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dengan menerobos barisan brigade satuan Anti Huru Hara Brimob Polda Sumsel dalam Simulasi Penanganan kerusuhan Pemilu 2014 di Jakabaring Sport City (JSC),Palembang,Selasa (25/2). Foto : Bagus Kurniawan/KS

Seorang Demonstran berusaha memaksa masuk kekantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dengan menerobos barisan brigade satuan Anti Huru Hara Brimob Polda Sumsel dalam Simulasi Penanganan kerusuhan Pemilu 2014 di Jakabaring Sport City (JSC),Palembang, | Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Ratusan massa pendukung salah satu calon legislatif (caleg), terlibat bentrok dengan Polisi saat mereka melakukan aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, Jalan Gubernur HA Bastari, Jakabaring, Palembang, Selasa (25/2).

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, aksi yang berujung pada tindakan anarkis itu berawal dari ketidak puasan pendukung salah satu caleg yang melaporkan ada caleg kedapatan melakukan money politik. Namun laporan itu, tidak ditanggapi KPU dan awaslu) Sumsel dengan alasan sudah kadaluarsa.

Kecewa laporan mereka tidak ditanggapi, ratusan massa ini menjadi emosi. Mereka pun melempari polisi dan petugas keamanan, yang sejak pagi sudah berjaga-jaga mengamankan kantor KPU Sumsel.

Batu dan botol bekas minuman air mineral pun beterbangan. Petugas dari Dalmas Polda Sumsel dan Polresta Palembang, langsung membentuk blokade. Namun emosi massa kian besar, mereka merengsek bahkan mulai berani memukul petugas dengan bambu dan peralatan yang mereka bawa.

Massa pun membakar ban bekas. Melihat keadaan yang tidak terkendali, dua unit kendaraan water canon yang disiagakan mulai menghalau massa dengan air. Kemudian, pasukan pemukul pun maju merengsek untuk menghalau massa.   Walau telah dipukul mundur, ternyata massa kembali mengelar aksi unjuk rasa dan melakukan sweeping terhadap beberapa kendaraan dan objek-objek vital.

Akhirnya Kapolda Sumsel dan Pangdam II Sriwijaya, sepakat mengambil tindakan untuk membubarkan massa yang kian anarkis.  Tembakan peringatan pun dilepaskan, namun itu tidak menyiutkan nyali ratusan massa tersebut.

Bahkan petugas pun melumpuhkan dua orang yang diduga adalah provokator dalam aksi tersebut, keduanya di lumpuhkan dengan ditembak kakinya.  Perlahan tapi pasti, suasana bisa dikendalikan. Massa pun berhasil dibubarkan. Namun suasana di KPU Sumsel masih mencekam.

Kejadian ini, bukanlah kejadian sesuangguhnya. Kejadian tersebut adalah bagian dari simulasi pengamanan Pemilu 2014, yang digelar Polda Sumsel di venue menembak, Jakabaring Sport City (JSC). “Ini bagian dari pengamanan Pileg dan Pilpres. Bahkan untuk Pilpres, pengamanan akan lebih diperketat,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol Saud Usman Nasution, kemarin.

Saud menyebut, untuk pengamanan Pileg, ada enam ribu personil yang dikerahkan, gabungan Polri, TNI dan Sat Pol PP serta instansi terkait. “Polda sendiri menerjunkan 800 personil, dengan pola pengamanan dua personil untuk tiga TPS, plus enam linmas. Sedangkan untuk daerah rawan, satu personil polisi mengamankan satu TPS,” tukasnya.

Sementara Pangdam II Sriwijaya, Mayjend TNI Bambang Budi Waluyo menegaskan TNI siap memback up kepolisian untuk pengamanan Pileg. “Berapa pun personil yang dibutuhkan oleh Polda Sumsel, kita siap. Untuk di Palembang, kita telah menyiapkan 10 ribu personil TNI, bahkan jumlah anggota kita di Sumsel itu berjumlah 25 ribu yang semuanya siap diturunkan jika dibutuhkan,” tukasnya.

 

TEKS              : OSCAR RYZAL

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster