Kepedulian Pejabat Dipertanyakan

 220 total views,  2 views today

PAGARALAM – Seiring lajunya roda pemerintahan, sejauh ini tingkat kepedulian pejabat di Pagaralam tergolong kurang. Pasalnya, setiap kali dilakukan rapat maupun kegiatan yang berhubungan dengan kelangsungan pembangunan di Bumi Besemah ini, tak jarang banyak pejabat tidak menghadiri sejumlah acara dimaksud. Demikian kata Camat Pagaralam Selatan, M. Helmi SE MM, disela-sela berlangsungnya Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pagaralam Selatan, Selasa (25/2).

Dikatakannya, adapun komitmen para pejabat tampaknya sudah tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam membangun Kota Pagaralam. Padahal seluruh rencana dan program kerja yang akan dilaksanakan dibahas dalam Musrenbang tersebut.

“Kami menilai komitmen mereka untuk membangun Kota Pagaralam patut dipertanyakan,” ungkap Helmi seraja menegaskan sejumlah SKPD termasuk pejabatnya di tingkat kecamatan seperti UPTD yang ada tidak hadir padahal sudah diundang.

Lanjutnya, mekanisme penyusunan rencana kerja memang melalui musrenbang hingga ke tingkat nasional.

“Hal itu dilaksanakan dengan maksud agar pembangunan yang ada dapat semakin berkualitas, transparan dan akuntabel, sehingga hal itu tidak menciptakan citra negatif di masyarakat,” ujarnya.

Kendati demikian kata Helmi, sebagai Camat ia menginstruksikan kepada seluruh Lurah di lingkungannya agar cepat dan Tanggap dalam segala bencana.

“Selain itu Lurah pun harus siap siaga bencana alam terutama kebakaran,” katanya seraya meambahkan apalagi menjelang pemilu ciptakan dan jaga situasi dan kondisi tetap kondusif agar keamanan dan ketertiban dapat terwujud secara berkesinambungan seiring lajunya pembangunan di Bumi Besemah ini.

Terpisah, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pagaralam Nyanyu Dwi Musiana menyatakan, Musrenbang di Kecamatan Pagaralam Selatan ini menutup rangkaian Musrenbang di kecamatan lain sebelum ini.

Menurutnya, memang tingkat kehadiran di Musrenbang didatangi pejabat dinas tidak terlalu banyak.

“Sejauh ini ada yang beranggapan bahwa musrenbang ini justru tidak menghasilkan apa-apa. Kareba mereka meyakini bahwa setiap usulan yang dibuat dianggap tidak pernah ditanggapi,” kata Nyayu sering didengarnya langsung dari RT atau RW di kelurahan.

Meski begitu, musrenbang tetap perlu dilaksanakan karena dari sana diketahui bagaimana nantinya program pembangunan dilaksanakan.

“Sejumlah usulan yang ada tentunya butuh pertimbangan, apalagi hal itu benar-bemar dipandang urgen,” tegasnya.

 

TEKS        : ANTONI STEFEN
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster