Sekolah di OKI Harus Berlantai Keramik

 277 total views,  2 views today

Kabid Subsidi dan Bangunan, Herianto SPd MSi

Kabid Subsidi dan Bangunan, Herianto SPd MSi

KAYUAGUNG – Guna kenyamanan berlangsungnya kegiatan belajar mebgajar di sekolah. Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), melalui Bidang Subsidi dan Bangunan, menargetkan selama lima tahun kedepan tidak ada lagi sekolah yang tidak berlantaikan keramik di wilayah Bumi Bende Seguguk, mulai tingkat SD hingga SMK/SMA sederajat.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan OKI, Drs Iskandar ZA, melalui Kabid Subsidi dan Bangunan, Herianto SPd MSi, di ruang kerjanya Senin (24/2).
Oleh karena itu, kata Herianto, dia mengimbau kepada pihak sekolah agar segera mungkin memasukkan profosal di Disdik OKI.

“Dalam hal ini sekolah harus mengajukan profosal ke kita, saat ini sudah banyak yang masuk profosal dari sekolah,” katanya.

Kelayakan sekolah yang telah berlantai keramik, setidaknya kata dia, sudah memcipatakan suasana kegiatan belajar mengajar yang nyaman. Karena menurut dia, dari ratusan jumlah sekolah di OKI masih banyak yang belum memiliki lantai keramik. Karenanya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pihaknya siap membantu semua sekolah di OKI secara bertahap.

“Insya Allah target itu akan kita rampungkan, demi kenyamanan kegiatan belajar mengajar di sekolah,” katanya.

Pria yang baru dua minggu menjabat kabid Subsidi dan Bangunan ini, mengatakan sejauh ini masih melanjutkan kegiatan pelaksanaan DAK tahun 2013 yang sampai saat ini dana termin ketiganya belum juga cair. Dalam hal ini dia mengimbau kepada pihak sekolah untuk bersabar menunggu pencairan DAK yang pengerjaanya saat ini baru 75 persen.

“Kita harap sekolah bisa bersabar menunggu pencairannya,” tuturnya.

Disinggung mengenai pelaksanaan DAK tahun 2014 ini, agar sesuai berjalan juklak dan juknis mantan staf di Badan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan ini, akan melakukan pantauan ke lapangan di sekolah-sekolah yang menerima DAK, dan pihaknya juga akan peka terhadap laporan masyarakat mengenai pengerjaan proyek DAK  yang diduga terindikasi menyalahi aturan.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster