Pemkab PALI Kumpulkan Pemilik Tanam Tumbuh Untuk Lokasi Mako Brimob

 266 total views,  2 views today

Pertemuan warga dengan Pemkab PALI

Pertemuan warga dengan Pemkab PALI

PALI – Pembangunan Markas Komando (Mako), Brimob di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), ditanggapi serius oleh Pemkab PALI.

Pemkab PALI mengumpulkan para petani pemilik tanam tumbuh diatas lahan yang akan dijadikan Mako Brimob, Senin (24/2)

Camat Talang Ubi Asrohi SSos MH, Asisten I Setda Amirudin Tjikmat MM memberikan penjelasan kepada para petani mengenai rencana pembebasan tanam tumbuh tersebut. M

Menurut Amirudin, Pemkab berencana mengganti tanam tumbuh yang sudah terlanjur ditanam warga. Namun penggantian tersebut disesuaikan dengan aturan teknis pertanian.

“Kita berikan pengertian, bahwa ini bukan pembebasan lahan tetapi penggantian tanam tumbuh. Tapi penggantian ini harus berdasar aturan yang berlaku” kata Amir, yang ditemui usai pertemuan.

Amir melanjutkan, penggantian diatas lahan seluas 9 hektar di Eks-Pembuangan di Jalan Talang Akar, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi ini untuk menyiapkan lokasi bagi pembangunan Mako Brimob.

“Pihak Polda Sumsel meminta kejelasan status tanahnya” Amirudin memberi alasan.

Lahan itu, menurut Amirudin statusnya lebih jelas. Sebab merupakan tanah milik perusahaan yang terbengkalai. “Kalau ditelantarkan begitu, proses pengambilalihannya lebih mudah. Tapi kita juga harus mengerti dengan masyarakat yang sudah mengeluarkan biaya untuk memelihara karetnya,” tambah Amirudin didampingi Kabag Pemerintahan Umum Ahmad Ma’ruf Jabarti SIP.

Pembangunan Mako Brimob itu sendiri akan membuat daerah seputar Talang Ojan dan Sumberjo menjadi lebih hidup. Dengan adanya konsentrasi pemukiman brimob akan membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih cepat. Keamanan pun lebih terjamin.

“Apalagi sebentar lagi jalan Talang Ojan-Tanjung Baru bakal mulus, tempat itu akan lebih ramai,” tambahnya.

Sementara itu, Sasmito, salah satu warga yang kebunnya terkena pembebasan mengatakan pada dasarnya mendukung program tersebut. “Jelas mendukung mas. Malah masyarakat maunya jangan 9hektar tapi seluruh lahan disitu,” ujar warga Sumberjo ini kepada Kabar Sumatera.

Menurut Sasmito yang memiliki kebun seluas 1hektar ini, beberapa temannya tidak seluruhnya menerima. “Ada juga teman-teman yang belum bisa menerima. Soalnya kan, biaya memelihara kebun karet tidak sedikit Mas,” tambahnya.

Sasmito berharap Pemkab dapat lebih mempertimbangkan biaya perawatan yang sudah dikeluarkan warga. “Maunya sih pemkab lebih mengerti. Tapi pada dasarnya kami setuju dengan rencana itu,” ujarnya.

 

Teks       : Indra Setia Haris

Editor     : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster