Mendamba Sosok Ulama Mumpuni

 254 total views,  2 views today

ulama

MENTERI Agama Suryadharma Ali mengatakan, tantangan yang dihadapi umat Muslim di Tanah Air saat ini tidak semakin ringan. Apalagi melihat fenomena saat ini terjadi penurunan jumlah ulama, karena satu per satu dipanggil Allah Yang Maha Kuasa. Menurut dia sekarang kita krisis ulama, padahal kalau ulama meninggal belum tentu ada penggantinya.

Hal itu disampaikan Menag pada kegiatan shalat subuh berjamaah sekaligus peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Forum Komunikasi Masjid Mushalla se Jakarta Barat-Selatan di Masjid Al Hidayah, Jalan Soleh II Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta, Minggu (23/02) lalu. Di antara mereka, kata Menag, antara lain KH Sahal Mahfudz, KH Syafii Hadzami, dan Habib Mundzir Al Musawa. Ironisnya jika ulama banyak yang wafat, belum tentu atau mudah untuk penggantinya. Saat ini yang ada ulama selebritis, ilmunya pas-pasan tapi dipromosikan media.

Meski demikian masih lumayan untuk mengisi kekosongan. Menghadapi kondisi dan tantangan yang begitu kompleks saat ini, menurut kita umat harus melakukan berbagai kesiapan, di samping penguatan dalam ilmu-ilmu agama namun juga penguatan dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik. Bukan hanya itu umat juga harus berani mengoreksi atas berbagai kekurangannya.

Di sisi lain kita juga perlu mengingatkan agar umat beragama tidak terpelosok pada aliran yang tidak sejalan dengan ajaran agama yang benar. Karena aliran yang mengatasnamakan kebebasan beragama absolut dapat merusak prinsip keberagamaan.

Sebab pada kenyataannya paham kebebasan beragama yang sebebas-bebasnya tidak diatur di Indonesia, yang diatur adalah kebebasan beragama yang terbatas dan teratur. Kebebasan beragama yang teratur itulah yang dikaitkan dengan aturan dan perundang-undangan yang ada di Indonesia. Sebab kebebasan dalam beragama mesti ada aturannya, kalau keluar dari koridor itu tidak termasuk dalam agamanya. Jangan sampai kebebasan tapi mendangkalkan akidah.

Untuk itu kita perlu dialog dan dakwah harus diperbanyak. Semoga dari hari ke hari makin tumbuh gairah untuk dan semangat untuk mempelajari agama dan mengamalkankannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian maka akan tercipta ketenangan, ketenteraman dan kedamaian di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Aamiin.

(Sarono P Sasmito)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster