Dinkes Gelar Fogging Massal

 258 total views,  2 views today

Petugas Dinas Kesehatan OKI melakukan Fogging antisipasi penyakit DBD

Petugas Dinas Kesehatan OKI melakukan Fogging antisipasi penyakit DBD

KAYUAGUNG – Mengantisipasi datangnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aedes Aygepty, Dinas Kesehatan Kabupaten OKI  mulai melakukan fogging massal di beberapa titik dalam Kecamatan Kota Kayuagung.

Menurut Plh Kepala Dinas Kesehatan OKI HM Lubis SKM, Senin (24/2) mengatakan, mulai melakukan fogging karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya pada bulan Februari, Maret Kecamatan Kayuagung menjadi daerah endemik. Tapi untuk tahun ini hingga sekarang belum ada kasus DBD,  begitu juga di Kecamatan lainnya selain kota Kayuagung belum ada laporan dari sejumlah Puskesmas yang ada di OKI.

Dikatakan Lubis nihilnya penyakit DBD selain karena di daerah OKI sudah jarang turun hujan, juga pada tahun 2013 dan 2012 lalu Dinas Kesehatan terus gencar hampir setiap minggu melakukan fogging serta menyebarkan abate ke setiap kecamatan terutama kecamatan yang menjadi endemic dan berkat sering dilakukan fogging secara terus-menerus sehingga jentik-jentik nyamuk demam berdarah menjadi mati atau tidak bisa berkembang.

Meskipun belum ada kasus, tapi kita terus  memonitor dan melakukan penanggulangan agar penyakit tersebut tidak menyerang warga. Kita kemarin sudah mulai  penyemprotan (fogging) dilakukan di beberapa titik seperti di dalam kota Kayuagung di 11 Kelurahan dan desa, dan wilayah lain yang masyarakatnya rawan terserang DBD.

“Kita juga meminta kepada warga agar menjaga kebersihan kawasan perumahan masing-masing untuk mencegah berkembangnya nyamuk,” katanya.

Untuk mencegah dan menghindari menyebarnya penyakit tersebut masyarakat harus membiasakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan.

“Untuk mengatasi dan mencegah terjadinya kasus DBD di masyarakat, minimal harus dimulai dengan kebersihan lingkunganya sendiri,” terangnya.

Sementara Direktur RSUD Kayuagung, Dr H Fikram menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada satunya penderita terserang DBD yang di rawat di RSUD sejak tahun 2014 ini mungkin karena tahun lalu Dinas Kesehatan OKI sangat gencar melakukan Fogging dan menyebarkan obat abate ke beberapa wilayah yang menjadi endemik, dengan seringnya di fogging membuat jentik-jentik nyamuk menjadi mati, ungkap Fikram.

 

TEKS         : DONI AFRIANSYAH

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster