Tujuh Pasar Ditargetkan Tertib Ukur

 280 total views,  2 views today

 

Ilst. Suasana Di Pasar 16 Ilir Palembang

Ilst. Suasana Di Pasar 16 Ilir Palembang

PALEMBANG – Untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional, terlebih dalam melindungi hak dari konsumen, Pemprov Sumsel melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) targetkan tertib ukur setidaknya di tujuh pasar tradisional di 5 kabupaten/kota di Sumsel.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Disperindag Sumsel, Permana. “Disperindag Sumsel bersama empat Kabupaten/ Kota bertekad, dengan adanya tujuh pasar tertib ukur, nantinya bisa berimbas mendorong akan perlindungan hak konsumsen,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, melalui penerapan areal tertib tera ini, diharapkan kedepan perlakuan nakal dari para pedagang yang kerap mencari keuntungan sesaat, juga bisa terus ditekan. “Pengecekan rutin alat ukur, akan lebih kita perketat dan kita pastikan akan ada sanksi bagi pedagang yang melanggar,” tegasnya.

Permana mengucapkan, sanksi merupakan langkah terakhir untuk menertibkan para pedagang, karena kesadaran pribadi dari para pedagang tetaplah kunci sukses dari jalannya kebijakan ini. “Sebenarnya perusahaan atau pedagang, wajib menerakan peralatan secara mandiri. Pemerintah hanya memfasilitasi saja,” urai Permana.

Ia menyebutkan, dari data Disperindag, saat ini tercatat ada 80 pasar rakyat yang sudah tertib. “Ya, untuk yang lainnya itu masih dalam tahap pengawasan, tapi secara total yang tercatat di direktoral metrologi Jakarta, ada 13.450 pasar,” bebernya

Untuk diketahui, penerapan pasar tertib ukur itu tengah berjalan di empat pasar yang ada di Kota Palembang, yakni pasar Padang Selasa, Pasar Plaju, Pasar Cinde dan terakhir Pasar Sekip. “Yang baru ini nantinya akan diterapkan satu pasar di OKU Selatan, dua pasar di Ogan Ilir, Musi Rawas dan Lahat,” urainya

Melalui penerapan areal tertib tera ini, Permana berharap kedepan perlakuan nakal dari para pedagang yang kerap mencari keuntungan sesaat juga bisa terus ditekan. “Pengecekan rutin alat ukur akan lebih kita perketat, kita pastikan akan ada sanksi bagi yang melanggar, ” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster