Operasional Puskesmas Terapung Dihentikan

 1,030 total views,  2 views today

Ilustrasi Klinik Terapung Sunagi Musi

Ilustrasi Klinik Terapung Sunagi Musi

PALEMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, menghentikan operasional Puskemas terapung, dengan alasan sepi peminat, dan mahalnya dana operasional. Kepala Dinkes Palembang, dr Anton Suwindro mengatakan, saat ini keberadaan puskesmas terapung tidak efisien.

Kondisi itu menurut Anton, berbeda dengan 10 tahun sebelumnya. Saat itu, masih sangat di butuhkan oleh masyarakat di kawasan pinggiran Sungai Musi. ” Seiringnya perkembangan zaman, perkembangan Puskesmas terapung ini sudah ditinggalkan masyarkat,” kata Anton, kemarin.

Anton menyebutkan, Puskesmas terapung awalnya di fungsikan agar pelayanan kesehatan bisa menjangkau masyarakat Palembang yang tinggal di pinggiran Sungai Musi. Namun kini masyarakat di pinggiran Sungai Musi, lebih memilih untuk memeriksakan kesehatannya di puskesmas yang ada.

“Sebelumnya jumlah kunjungan masyarkat ke Puskesmas terapung ini, dalam sehari bisa mencapai 30 orang. Nah untuk sekarang ini sudah tidak ada lagi. Kalaupun ada, hanya ada satu atau dua orang yang datang, itupun hanya sebatas penanganan penyakit ringan saja,  seperti batuk, dan flu,” akunya.

Selain minimnya jumlah pengunjung menurut Anton, biaya operasional untuk Puskesmas terapung ini juga tinggi yakni Rp 200 ribu perhari.  “Biaya operasional tinggi, warga berobat tidak ada. Selain itu, masyarakat juga lebih memilih untuk berobat di Puskesmas darat karena alat-alat kesehatan yang disediakan lebih lengkap,” bebernya.

Anton menambahkan, sebelumnya operasional Puskesmas terapung ini bersandar di sejumlah lokasi dalam kurun waktu tertentu. Seperti dermaga Benteng Kuto Besak (BKB), kawasan 7 Ulu, kawasan 10 Ulu, ataupun kawasan Jakabaring.

 

TEKS             : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster