KPPT Dinilai Susahkan Investor

 292 total views,  2 views today

28-4-2013----investor-oke

Ilustrasi

MUARA ENIM – Kantor Pelayanan Dan Perizinan Terpadu (KPPT) Muaraenim dinilai, tidak mendukung masuknya investasi ke Muaraenim. Setidaknya itu ditunjukkan dalam kasus Anggel Karoke, yang berada di Jalan Sersan Hasan Husin, Kecamatan Muaraenim.

Izin usaha tempat hiburan tersebut, tak kunjung keluar. Anehnya walau belum memiliki izin, Anggel Karoke sudah operasional. Kepala KPPT Muaraenim yang juga Tim Terpadu Pemkab Muaraenim, Alfarizal, ketika dibincangi, kemarin terkesan lempar handuk. “Kalau sekarang Anggel Karaoke masih uji coba, lebih jelasnya saya kurang paham,” kata Alfrizal.

Ia menyebut, KPPT bersama tim terpadu telah bersama turun ke lapangan untuk mengamati kondisi tempat usaha tersebut. Hasilnya, pemilik usaha tersebut jelas Alfrizal, harus mengantongi izin gangguan, membuat tangga darurat, perubahan perizinan peruntukan, dan membuat ruangan kedap suara.

Pengelola tempat hiburan tersebut sambungnya, juga disarankan untuk tidak menerima pengunjung yang memakai seragam, dan hanya diperbolehkan operasional dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 00.00 WIB.

Lalu, sampai kapan masa uji coba tersebut ? Aprizal mengaku tidak tahu. “Masa uji cobanya sampai kapan saya tidak tahu, begitu juga apakah selama uji coba komerisil atau tidak saya tidak tahu persis.  Kemudian masa tenggang waktu, kapan paling lambat harus disertakan tangga darurat saya juga kurang paham,” ungkapnya.

Terpisah pemilik Anggel Karoke, Taslim dan Sisca mengaku telah mengajukan izin ke KPPT Muaraenim sejak enam bulan lalu. Bahkan sebutnya, ia sudah mengikuti prosedur untuk

“Kalau masalah tangga darurat, kita siap membuat. Kita masih menunggu desain dari tim terpadu, namun kenapa izin nya lama sekali di terbitkan. Padahal semuanya sudah sesuai prosedur,” keluh Taslim.

Sementara itu Sisca menambahkan, usaha karoke milik mereka tersebut berada di dalam gedung empat lantai dengan 14 room. Lambatnya izin diterbitkan oleh KPPT tersebut menurut Sisca, sudah merugikan mereka.

“Izin yang lambat keluar, membuat biaya perawatan dan gaji pegawai membengkak. Karena izin yang tidak pasti, empat karyawan kami sudah mengundurkan diri,” ungkapnya seraya menyebut hingga menunggu izin keluar, pihaknya hanya melakukan uji coba peralatan dan tidak untuk kebutuhan komersil.

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster