Dugaan Penggelapan ADD Kades Jungkal Bakal Diperiksa

 350 total views,  2 views today

Ilustrasi Kades | Dok kS

Ilustrasi Kades | Dok kS

KAYUAGUNG – Satuan Reserse Kriminal Polres OKI saat ini tengah menyelidiki dugaan korupsi alokasi dana desa (ADD) di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten OKI. ADD tersebut diduga kuat disalagunakan oleh kepala desa (Kades) Jungkal, Rapik.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rahmat, melalui Kasat Reskrim AKP Surachman, diakuinya saat ini pihaknya tengah mengusut dugaan penyalagunaan ADD Desa Jungkal.” Memang benar saat ini kami tengah menyelidiki dugaan penyalagunaan ADD Desa Jungkal yang berimplikasi pada kerugian negara,” kata Surcahman.

Selain dugaan penyalagunaan ADD, menurut Surachman pihaknya juga mengusut dugaan pungutan liar (pungli)  terhadap masyarakat peserta Palsma, yang dipungut satu surat plasma sebesar Rp 200.000, selain itu juga ada dugaan pungli pemsangan listrik tenga Surya, warga dipungut Rp 400.000 sampai Rp 600.000.

“Hal ini masih sebatas proses penyelidikan, karena sebelumnya kita menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penyalagunaan ADD dan dugaan pungli tersebut, kalau nanti memang kita menemukan bukti kuat, maka kami akan meminta izin bupati untuk memeriksa kades Jungkal A Rafik terkait kasus ini,” jelas Surchman.

Menurut kasat proses penyelidikan itu masih panjang, pihaknya masih butuh waktu memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada.” Sesuai laporan masyarakat bahwa ADD desa tersebut setiap tahun ada tetapi tidak ada pembangunan, ini yang akan kita selidiki,” tutupnya.

Sementara itu menurut anggota DPRD OKI Sangdewi Rusmin Nuryadin, akibat ulah kades setempat terjadi konflik antara kedua kelompok warga desa Jungkal, konflik ini harus segera harus dituntaskan oleh pemerintah.

“Selain pembagian plasma yang tidak merata, kemudian ada lagi pungli dan sebagainya, untuk permasalahan Plasma Pemerintah harus turun tangan, sementara untuk masalah hukum kita serahkan sepenuhnya ke Polres OKI untuk mengusutya,” kata Sangdewi.

Sementara itu menurut salah satu warga Jungkal A Rahman, pihaknya berharap tidak ada Interpensi dari kelompok terntu dalam proses penyelidikan Kades tersebut.

”Kami sebagai masyarakat Desa Jungkal tentu, harus tahu, kenapa Kepala Desa kami di dilaporkan ke Polisi, kami berharap dalam proses hukumnya, tetap transparan,” ungkapnya.

Penyelidikan tersebut menindaklanjuti Laporan Ratusan masyarakat Jungkal datang  Senin (30/12/2013) di Polres OKI. Masyarakat jungkal  meminta kepada Polres OKI untuk memproses  kades jungkal ,Rapik, menipu masyarakat dengan memungut biaya satu surat plasma seharga Rp 200.000 per surat. Bukan hanya itu Kades telah memungut uang pada warga Rp 400.000 sampai Rp 600.000 untuk pemasangan Listrik  tenaga Surya, sementara masyarakat tidak diberitahu, berapa banyak rumah di Desa jungkal yang mendapat bantuan Listrik tenaga Surya.

ADD Desa dan Bantuan Gubernur (bangub) Jungkal juga diduga telah di korupsi, karena tidak pernah tidak pernah transparan terkait penggunaan  Bangub dan ADD.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster