Atribut Capres Mulai Marak

 186 total views,  4 views today

 

PALEMBANG – Bukan hanya atribut kampanye milik calon anggota legislatif (caleg) dan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) saja, yang kini marak terpasang di sejumlah ruas jalan  di Palembang, tetapi juga aribut calon presiden (capres) pun sudah mulai terpasang.

Pantauan Kabar Sumatera, Minggu (23/2), atribut salah satu peserta Konvensi Capres Partai Demokrat, Marzuki Alie, terlihat sudah mulai banyak terpasang di beberapa jalan protokol di Palembang.

Tak hanya atribut milik Ketua DPR RI itu saja, atribut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Radjasa pun juga terlihat terpasang, bahkan terlihat paling mencolok. Hatta, digadang-gadangkan oleh partai berlambang matahari terbit itu, sebagai capres.  Atribut Hatta itu misalnya terlihat disalah satu ruas Jalan Jend Sudirman. Bilboard besar betulisan “Hatta Radjasa Presidenku”, sudah terpasang sejak beberapa bulan yang lalu.

Kepala Dinas Tata Kota, Isnaini Madani saat dibincangi, kemarin mengaku tidak mengetahui adanya pemasangan baleho capres di jalan protokol tersebut. Karena katanya,  Dinas Tata Kota, sudah memanggil semua pengusaha advertising untuk tidak mengizinkan lokasi reklame mereka dipasang baleho capres.

“Kami sudah beri waktu 2 x 24 jam untuk segera menertibkan baleho-baleho capres di jalan protokol. Seperti di Jalan Sudirman, Kolonel Barlian, Kapten A Rivai dan lainnya, selain itu, kami juga sudah menghimbau agar tidak ada lagi pengusaha advertising yang mengizinkan titik reklame miliknya yang berada di jalan protokol, untuk dipasang baleho capres,”imbuhnya.

Sambungnya, apabila masih ada yang memasang baleho capres ini, maka akan diturunkan paksa. “Kami akan mengawasi juga, pihak advertising sudah kami ingatkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik )Kesbangpol) Palembang, Altur Febriansyah menyebut, sampai saat ini Kesbangpol tidak pernah memberikan rekomendasi pemasangan reklame capres di jalan protokol tersebut, meskipun mengandung unsur kepentingan politik. “Kami tidak tahu, yang pasti bukan kami. Yang keluarkan izin kan Tata kota,”ujarnya.

Dikatakan Altur, pemasangan atribut kampanye di jalan-jalan protokol melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2009 tentang Larangan Pemasangan Atribut Kampanye Politik di sejumlah jalan protokol. “Ada 20 titik jalan protokol yang dilarang,  jadi jelas sudah aturan tersebut. Tidak mungkin kami yang berikan izin untuk capres tersebut,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster