Pembebasan Lahan Belum Selesai, Pembangunan Underpass Tetap Berjalan

 269 total views,  2 views today

Pembangunan underpass atau jalan terowongan di kawasan Patal Palembang tertunda, akibat Cuaca buruk selama sepekan di Kota Palembang. Kamis (19/1) Foto : Iwan Cheristian / KS

Pembangunan underpass atau jalan terowongan di kawasan Patal Palembang.
Foto : Iwan Cheristian

PALEMBANG – Meski masalah ganti rugi lahan belum kunjung usai, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri memastikan jika pembangunan underpass Simpang Patal, tetap berjalan lancar tanpa mengalami gangguan yang berarti.

“Kita lakukan pembangunan di tempat yang lahannya sudah clean and clear, sekarang kita menyelesaikan seluruh proses pembuatan drainase yang memang merupakan salah satu bagian vital untuk konstruksi underpass,” terang Ruslan ketika dibincangi di Pemprov Sumsel, kemarin.

Saat ini, menurutnya memang masih ada beberapa lahan yang belum bebas. Tim 9, selaku tim yang mengurus proses land clearing masih melakukan negoisasi dengan pemilik bangunan. “Jika ini sudah diselesaikan, maka takkan lagi ada masalah kedepan,” tegas Ruslan.

Ia memastikan, pihaknya tak menginginkan waktu yang begitu lama untuk mengurus proses ini. Untuk itulah ia meminta Tim 9, untuk aktif mengawasi proses ini. “Untuk waktu penyelesainnya tergantung mereka, namun saya tegaskan jika masalah fisik sudah selesai dan hanya tinggal pembayaran ganti rugi lahan,” ungkapnya.

Sebelumnya, berdasarkan data yang pernah dihimpun koran ini, mega proyek itu masih menyisakan 2000 meter lahan yang masih belum dibebaskan dari 11000 meter lahan yang ada. Pembebasan lahan sebenarnya sudah beres pada Desember 2013 lalu.

“Nah, Pemprov Sumsel sendiri tak memiliki dana untuk melakukan pembayarannya. Oleh karena itulah, dana untuk land clearing baru akan dibayarkan pada tahun ini juga,” kata PPK Underpass BBJN Wilayah III, Ahmad Taruna Jaya.

Menurutnya, dana besar juga akan dikeluarkan untuk pembayaran ganti rugi ini. “Kita estimasi dana yang dibutuhkan yakni sebesar Rp 10 miliar, untuk pembebasan lahan dan ganti rugi bangunan seperti pagar dan bangunan-bangunan lainnya.Itu akan digantikan kepada lahan yang surat menyurat dan birokrasinya jelas,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster