Kejati : Edy dan Yulius Tersangka Utama

 310 total views,  2 views today

kejaksaan

PALEMBANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati), Sumatera Selatan (Sumsel), memastikan, mantan Wakil Gubenur (Wagub) Sumatera Selatan Eddy Yusuf dan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Yulius Nawawai (aktif -red), merupakan tersangka utama dalam kasus dugaan tipikor dana Bansos OKU 2008 lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Ajimbar melalui As Intel Kejati Sumsel, Aidil Wahyu Wijaya, Jumat (21/2).

“Ya, keduanya yang pernah menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati OKU sebagai tersangka. Saat itu, keduanya masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati,” tuturnya.

Apalagi, lanjutnya, dana Bansos OKU 2008 digunakan untuk dana kampanye Eddy yang saat itu mencalonkan diri menjadi Calon Wakil Gubernur Sumsel. “Dana pun keluar setelah menerima persetujuan dari Eddy,” kata Aidil.

Namun, lanjut Aidil, pihaknya akan terus memantau perkembangan dugaan tipikor Bansos OKU 2008. Salah satu upaya untuk memantau perkembangan kasus yang merugikan negara sekitar Rp 3 miliar ini adalah dengan mendengarkan keterangan Eddy dan Yulius selama di persidangan nanti.

Tentunya, keterangan saksi juga akan dipertimbangkan secara matang, baik itu kesaksian dari para terdakwa yang sudah divonis atau pun kesaksian dari saksi ahli.

“Sementara kita fokuskan dulu terhadap pelimpahan tersangka Eddy dan Yulius ke persidangan. Rencananya, akan kita limpahkan dalam waktu satu pekan sejak diterima dari pihak penyidik,” kata Aidil.

Terkait dugaan akan adanya tersangka baru, pendapat berbedap keluar dari pernyataan Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III Tipiter Polda Sumsel, AKBP Imran Amir, mengatakan, penangkapan terhadap Eddy dan Yulius menjadi tanda tersangka dugaan tipikor Dana Bansos OKU 2008 sudah masuk ke tahap akhir. Dengan kata lain, tidak akan ada lagi tersangka baru terkait tipikor dana Bansos OKU 2008.

“Dengan dijadikannya mantan Bupati dan mantan Wakil Bupati OKU 2008, maka kita menilai tidak akan ada tersangka lain yang muncul. Pasalnya, Eddy dan Yulius dianggap tersangka puncak yang diduga mengkomandoi enam terdakwa lain untuk menyalahgunakan dana Bansos OKU 2008,” kata Imran.

Sementara itu, sejak tiga hari usai dititipkan di Rutan Pakjo Palembang, Eddy dan Yulius dikabarkan masih satu sel dengan tahanan pidana umum yang lain. Hingga saat ini, keduanya masih belum dimasukan di sel khusus tahanan korupsi.

“Eddy Yusuf dan Yulius Nawawi saat ini ditahan di Rutan Pakjo Palembang di blok Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling). Keduanya berada di ruang terpisah dan akan terus di sana hingga sepekan usai diletakkan di Rutan Pakjo Palembang,” kata Kepala Rutan Pakjo Palembang, Yulius Sharuza, melalui Kepala Keamanan Rutan Pakjo Palembang, Tri Poernomo.

 

Teks      : Oscar Ryzal

Editor   : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster