Waspadai Makanan Berbahaya di Sekolah

 188 total views,  2 views today

Ilustrasi | Bagus Park

Ilustrasi | Bagus Park

PALEMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang menghimbau kepada guru yang ada di kota metropolis ini, untuk terus mensosialisasikan kepada siswa mereka tentang  makanan sehat di sekolah.

Kepala Dinkes Palembang, dr Anton Suwindro mengatakan, masyarakat harus berhati-hati memilih makanan, terutama bagi pelajar. Karena, makanan di sekolah banyak mengandung bahan-bahan berbahaya.

“Terutama makanan yang di jual di luar pagar sekolah, jajanan di sekolah tersebut pernah ditemukan mengandung bahan-bahan berbahaya seperti formalin, borak, dan juga vetsin,” jelas Anton ketika dibincangi, Kamis (20/2).

Anton menyebut, jajanan yang biasa ditemukan mengandung bahan berbahaya tersebut adalah, sosis, bakso tusuk, minuman, dan masih banyak yang lainnya. “Yang mengandung pewarna, dan bahan bebahaya lainnya dilarang dijual di sekolah. Disinilah tugas guru, untuk memberikan himbauan kepada para siswa mereka, agar menghindari jajanan-jajanan tersebut,” ucapnya.

Anton mengaku, hampir setiap sekolah mempunyai kantin. Tapi, selain itu ada juga pedagang yang berjualan di luar pager sekolah. Menurutnya, jajanan yang banyak mengandung bahan berbahaya tersebut, biasa ditemukan di Sekolah Dasar (SD). “Seluruh sekolah sebenarnya ada jajanan tersebut, tapi yang paling banyak ada di SD,” sebutnya.

Sambungnya, banyak penyakit yang bisa ditimbulkan, apabila tubuh manusia mengkonsumsi makanan yang mengandung zat-zat berbahaya. Selain itu, zat tersebut tidak memberikan dampak seketika. Namun, dampaknya akan terlihat dalam jangka panjang lantaran tertumpuknya zat-zat berbahaya, misalanya mengganggu pencernaan. “Bahkan, sampai ke penyakit kanker dan tumor, akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan tersebut,” ujarnya.

Anton menambahkan, bahan-bahan makanan berbahaya seperti boraks, seharusnya digunakan untuk antiseptik atau pengawet kayu. “Tapi fungsi boraks untuk makanan, adalah sebagai pengawet, kami juga menghimbau agar wali murid untuk selalu mengecek makanan yang dikonsumsi anaknya, bahkan bila perlu pelajar tersebut bawa bekal dari rumah, jadi ketika di sekolah, tidak perlu lagi belanja,” tukasnya.

 

TEKS            : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 

 

 

 

Waspadai Makanan Berbahaya di Sekolah

PALEMBANG, KS

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang menghimbau kepada guru yang ada di kota metropolis ini, untuk terus mensosialisasikan kepada siswa mereka tentang  makanan sehat di sekolah.

Kepala Dinkes Palembang, dr Anton Suwindro mengatakan, masyarakat harus berhati-hati memilih makanan, terutama bagi pelajar. Karena, makanan di sekolah banyak mengandung bahan-bahan berbahaya.

“Terutama makanan yang di jual di luar pagar sekolah, jajanan di sekolah tersebut pernah ditemukan mengandung bahan-bahan berbahaya seperti formalin, borak, dan juga vetsin,” jelas Anton ketika dibincangi, Kamis (20/2).

Anton menyebut, jajanan yang biasa ditemukan mengandung bahan berbahaya tersebut adalah, sosis, bakso tusuk, minuman, dan masih banyak yang lainnya. “Yang mengandung pewarna, dan bahan bebahaya lainnya dilarang dijual di sekolah. Disinilah tugas guru, untuk memberikan himbauan kepada para siswa mereka, agar menghindari jajanan-jajanan tersebut,” ucapnya.

Anton mengaku, hampir setiap sekolah mempunyai kantin. Tapi, selain itu ada juga pedagang yang berjualan di luar pager sekolah. Menurutnya, jajanan yang banyak mengandung bahan berbahaya tersebut, biasa ditemukan di Sekolah Dasar (SD). “Seluruh sekolah sebenarnya ada jajanan tersebut, tapi yang paling banyak ada di SD,” sebutnya.

Sambungnya, banyak penyakit yang bisa ditimbulkan, apabila tubuh manusia mengkonsumsi makanan yang mengandung zat-zat berbahaya. Selain itu, zat tersebut tidak memberikan dampak seketika. Namun, dampaknya akan terlihat dalam jangka panjang lantaran tertumpuknya zat-zat berbahaya, misalanya mengganggu pencernaan. “Bahkan, sampai ke penyakit kanker dan tumor, akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan tersebut,” ujarnya.

Anton menambahkan, bahan-bahan makanan berbahaya seperti boraks, seharusnya digunakan untuk antiseptik atau pengawet kayu. “Tapi fungsi boraks untuk makanan, adalah sebagai pengawet, kami juga menghimbau agar wali murid untuk selalu mengecek makanan yang dikonsumsi anaknya, bahkan bila perlu pelajar tersebut bawa bekal dari rumah, jadi ketika di sekolah, tidak perlu lagi belanja,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster