Warga Kecewa Aspirasi Tak Digubris

 324 total views,  2 views today

Warga Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji gelar aksi demo di  Kantor Bupati OKI.

Warga Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji gelar aksi demo di Kantor Bupati OKI.

KAYUAGUNG – Tindakan yang tidak patut dilakukan oleh Asisten 1 Bidang Tata Praja, Sekretariat Daerah (setda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ima Sahuri,  sorang Pejabat Pemerintah yang mewakili Bupati OKI. Bukannya menerima aspirasi masyarakat yang berniat mengadu kepada Kepala Daerah, tetapi malah mengintrogasi masyarakat yang datang secara baik-baik, seolah-olah tidak menerima kedatangan masyarakat tersebut

Hal inilah yang terjadi Kamis (20/2) siang. Berawal saat puluhan warga dari Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, OKI, datang ke Kantor Bupati menggelar aksi demo, untuk mempertanyakan pelantikan kades Sungai Sodong, yang diduga kuat menggunakan ijazah palsu untuk melengkapi proses administrasi dalam pencalonan kades.

Masyarakat Sungai Sodong yang didampingi oleh koordinator lapangan M Sanusi dari organisasi 100 persen prorakyat, hanya ingin mengadu ke bupati OKI, Iskandar SE, terkait dilantiknya kades Sungai Sodong, Maonah, pada 13 Februari 2014 lalu.

”Kades itu diduga kuat menggunakan ijazah palsu dan kasus tersebut sedang diproses oleh polres OKI,” ucap Sanusi.

Masyarakat meminta Bupati mencabut surat keputusan (SK) kepala desa Sungai Sodong, Makonah, sampai  proses hukum di kepolisian tentang pemakaian ijazah palsu itu selesai. Tapi sayangnya, pendamping dan perwakilan masyarakat yang sudah diterima di ruang rapat Bende Seguguk (BS) 1 belum sempat  menyampaikan tuntutan mereka kepada asisten 1 Setda OKI, tetapi si Asisten 1 terlebih dahulu menanyakan hal yang tidak penting pada pendamping dan perwakilan masyarakat itu.

Menanyakan izin demo, sementara masyarakat sudah mengantongi izin dari Polres  OKI, kemudian menayakan surat kuasa dari masyarakat.

”Itu tidak perlu ditanyakan pada kami, dengan alasan prosedur, padahal kami demo sudah ada izin dari Polres OKI, karena Asisten 1 tidak memberikan kesempatan kepada kami menyampaikan aspirasi dan hanya mengajak berdebat soal prosedur, itu artinya dia jelas tidak menerima kedatangan kami. Sebab itu kita memutuskan keluar, hal ini akan kami laporkan ke pak Gubernur,” ancam Sanusi.

Perwakilan demo memutuskan keluar ruangan, Asisten 1 Setda OKI, Ima Sahuri bukan menahan perakilan demo untuk tetap ditempat malah membiarkan perwakilan masyarakt pergi.

“Di ruangan ini ada para wartawan, silahkan tulis di koran kejadian ini, bahwa saya hanya menanyakan prosedur saja, bukan  berarti mengusir atau tidak menerima mereka, kami kami tidak ingin ada orang yang tidak ada kaitannya dengan masyarakat tetapi dia memprovokasi masyarakat,” Ima Sahuri berkilah.

Bukan hanya itu Informasi yang diperoleh, bahwa Gubenur Sumsel telah melayangkan surat kepada Pemkab OKI untuk menunda Pelantikan Kades sungai Sodong Makonah.

“Tetapi surat itu baru masuk ke meja Bupati tanggal 14 Februari 2014, sementara tanggal 13 Februari, Kades sudah dilantik di Mesuji,” terangnya.

Koalisi LSM dan ormas pemuda Kabupaten OKI menyayangkan sikap arogansi yang ditunjukkan oleh Asisten 1. Seharusnya bupati tidak sembarangan menempatkan pejabat yang duduk di posisi strtegis terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Harus ada uji kelayakan dan kepatutan terhadap pejabat yang ditempatkan.

“Sekarang Bupati OKI berani atau tidak untuk melakukan lelang jabatan, para pejabat dilingkungan pemkab OKI,” kata Direktur Eksekutif Bende Seguguk Koruption Wact (BSCW) OKI Ahmad Syamsir.

Dengan kejadian ini, pihaknya  berharap Bupati sengera mengambil tindakan tegas untuk mengevaluasi jabatan Asisten 1 (Imam Shuri) agar hal serupa tidak terulang kembali.

“Ini sudah kejadian kedua kalinya, itu artinya dia tidak layak menjadi Asisten 1,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan direktur Eksekutif LSM Transparansi Akuntabilitas Publik (TRAP) Sumsel, Pipin SJ.

“Bupati harus memberikan saksi tegas, bila perlu yang bersangkutan diganti, karena sewaktu-waktu kami juga akan mendampingi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kalau ditanggapi seperti ini, maka bisa memancing masyarakat marah dan tidak percaya lagi dengan Bupati,” terangnya.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster