PT Maha Indo Menuai Pro Kontra

 216 total views,  4 views today

KAYUAGUNG – Masuknya PT Maha Indo  yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI) menuai pro dan kontra, Kamis (20/2) sore, ratusan warga Jungkal mendatangi kantor bupati OKI, meminta agar bupati OKI tidak menyetop operasional PT Maha Indo diJungkal, sementara sebelumnya Senin (25/11/2013) yang lalu, ada kelompok masyarakat Jungkal yang menolak kehadiran PT Maha Indo di desa mereka, karena, telah menyerobot lahan masyarakat.

Selain ada  warga yang menolak kehadiran perusahaan tersebut. Disisi lain ada juga warga yang berharapbupati OKI tetap mengizinkan PT Maha Indo beroperasi, karena kehadiran investor  akan membantu masyarakat sekitar, mulai dari infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan dan membantu masyarakat dengan pembagian kebun plssma.

“Kami berharap bupati dapat mempertimbangkan lagi, terkait kelompok tuntutan masyarakat Jungkal yang pernah datang ke pemkab OKI dan minta operasional PT Maha Indo di stop, kami berharap PT Maha Indo tetap beroperasi, karena akan membantu perekonomian dan membantu pembangunan infrastruktur Desa,” kata perwakilan masyarakat Jungkal A Rahman.

Selama ini infrastruktur desa Jungkal sangat jelek, bahkan tidak bisa ditempuh dengan jalan darat.

“Sementara dengan hadirnya PT Maha Indo, akan dibangun infrastruktur jalan, mulai dari jalan desa Deling, Dusun Jungkal 1 sampai jungkal 2, selain itu perusahaan juga akan membangun Puskesmas untuk membantu kesehatan masyarakat,” katanya.

Ditambahkan perwakilan masyarakat Jungkal yang lain, Hairil Anwar,  selain membangun infrastruktur Desa, keberadaan Perusahaan akan membantu perekonomian masyarakat.” dengan adanya perusahaan ini nanti masyarakat akan mendapat Plasma, dan saat ini sudah mulai di data, ini akan membantu perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Lanjut Hairil, adanya PT maha Indo ini memang ada sekelompok masyarakat yang menolak, mereka mengaku kalau lahan mereka diserobot.

“Masalah kepemilikan lahan itukan bisa dibuktikan surat-surat yang dimilikinya, ada sebanyak 2000 ha lahan yang disengketakan antara dua kelompok masyarakat Jungkal,” lanjut dia.

Sementara itu Bupati OKI Iskandar melalui Asisten 1, Imam Sahuri, pihaknya menerima aspirasi masyarakat tersebut, jika memang aspirasi itu betul-betul aspirasi masyarakat Jungkal, bukan masyarakat diluar desa Jungkal.

”Saat ini laporanya sudah kita terima dan akan kita rapatkan melalui tim terpadu penyelesaian sengekata lahan dan tapal batas kabupaten OKI,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, kata Imam, ada dua kelompok dari dua Desa yang sama tetapi Pro dan kontra terhadap Kehadiran PT Maha Indo.

“Proses administrasi operasional PT maha Indo itu masih panjang, sampai saat ini PT maha indo itu baru punya izin Lokasi saja, tetapi izin Operasional sampai hak Guna Usaha  (HGU) belum ada,” sebutnya.

Selanjutnya tim terpadu, pada tanggal 5 maret, menjadwalkan akan memanggil kedua kelompok masyarakat yang pro dan kontra.” Dua Kelompok yang bersengketa ini nanti kita pertemukan di pemkab OKI, untuk mencari jalan keluarnya, jangan sampai satu desa warganya bermusuhan,” tutupnya.

 

TEKS      : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster