Pemkot Batalkan Penghapusan 5 Trayek

 351 total views,  2 views today

PALEMBANG – Penghapusan lima trayek angkutan kota (angkot), yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Kamis (20/2), akhirnya dibatalkan. Pembatalan ini, dikarenakan adanya desakan sopir angkot di metropolis.

Assisten II  Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Hardayani mengatakan, dibatalkannya penghapusan lima trayek angkot yakni Ampera-Plaju, Ampera-KM 5, Way Hitam-Talang Betutu, Ampera-Bukit Besar serta Ampera-Kertapati itu, putusannya diambil dalam rapat internal yang digelar Pemkot Palembang.

Namun walau dibatalkan, di lima trayek tersebut menurut Hardayani,  pembatasan kuota angkot yang beroperasi akan diterapkan di setiap trayek. Kendaraan yang usianya diatas 10 tahun sebutnya, harus diremajakan.

“Jadi, penghapusan trayek rencananya akan kita batalkan. Sementara jumlahnya akan dibatasi. Untuk setiap trayek jumlahnya bervariasi, hal tersebut sesuai dengan potensi penumpang, kapasitas jalan dan arus lalu lintas lainnya. Namun, secara rinci saya lupa,” ungkapnya,  kemarin.

Menurut Hardayani, sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Palembang Nomor 1465 tahun 2009, maka angkutan umum dari lima trayek tersebut akan dihapuskan. Begitu juga dengan izin peremajaan angkutan umum tahun 2003 juga akan dihentikan.

Angkutan umum untuk trayek ini, awalnya akan digantikan dengan Trans Musi. Hal tersebut bertujuan, untuk menciptakan Palembang yang lebih aman dan tertib. Khususnya dibidang transportasi.

“Setelah mendengar tuntutan dan alasan para sopir, kami coba mencari jalan tengahnya. Sebagai win-win solution, kebijaan pemerintah tetap jalan dan kepentingan awak angkutan umum juga tetap jalan,” ujarnya.

Sambungnya, untuk menginformasikan hasil tersebut, pihaknya akan segera menghubungi perwakilan dari para sopir angkot, untuk mendengar keputusan yang telah Pemkot Palembang ambil. “Rencananya besok (hari ini), kami akan mengundang mereka, untuk memberikan jawaban sesuai dengan keputusan yang telah kami ambil,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Transportasi, Jalan dan Rel Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Agus Supriyanto, mengatakan, pihaknya belum bisa berbicara lebih jauh terkait hasil rapat internal tentang pembahasan tuntutan para sopir angkot yang menolak Perwali Nomor 1465 tahun 2009 “Nanti saja, kita belum bisa berbicara banyak. Rencananya besok (hari ini) kita akan bertemu dengan perwakilan sopir angkot,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan sopir angkot, Yanto Enjoy menuturkan, pihaknya menyambut baik apabila pemkot ingin membatalkan rencana penghapusan trayek tersebut. Namun pihaknya belum bisa menerima, bila jumlah angkutan harus dibatasi.

“Sekarang ini, jumlah angkutan di setiap trayek rata-rata 150 sampai 200 unit. Nah, kalau jumlahnya dibatasi, misalnya jadi 100 unit pada masing-masing trayek, siapa yang harus mengalah. Sebab, semua sopir sangat bergantung pada pekerjaan mereka. Kalau dibatasi artinya, harus ada yang dikorbankan,” ungkapnya.

Menurut Yanto, pihaknya akan terus berjuang dan mempertanyakan kembali hal ini. Sehingga, keputusan yang diambil tidak akan merugikan pihak manapun. “Sekarang saya belum bisa bicara banyak, kita lihat saja besok (hari ini),” tukasnya.

 

TEKS             : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster