Sijago Merah Hanguskan Bedeng 10 Pintu

 269 total views,  2 views today

Warga sedang berusaha memadamkan api saat menghanguskan 10 beden di Jalan M Isa, Lorong Sei Jeruju I, RT 8, RW 3, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang,

Warga sedang berusaha memadamkan api saat menghanguskan 10 beden di Jalan M Isa, Lorong Sei Jeruju I, RT 8, RW 3, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang,

PALEMBANG – Sijago merah kembali mengamuk, kali ini bedeng 10 pintu dan satu rumah, yang berada di Pasar Kuto, tepatnya di Jalan M Isa, Lorong Sei Jeruju I, RT 8, RW 3, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang  hangus terbakar, Rabu (19/2) sekitar pukul 10.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, tidak ada satupun barang yang bisa terselamatkan. Para korban kebakaran hanya bisa menyelamat baju yang melengkat di badan, saat kejadian kebakaran tersebut.

Diketahui rumah berserta bedeng tersebut milik Karno (50),  yang menghuni rumah bagian atas. Sedangkan di bawah ada enam bedeng masing-masing ditempati Amad Rais, Dadang, Abdul Wahab, Trimo, Eko dan Jumanir. Kemudian di belakang rumah tersebut, Karno juga membuat empat bedeng dihuni oleh Nurdin, Oman, Masro dan Iyas.

Berdasarkan informasi di lapangan, api berasal dari bedeng nomor dua yang dihuni Abdul Wahab pedagang kue pancong. Namun saat kejadian diduga Abdul sedang pergi dan hanya ada istrinya Atun.

Diduga saat kejadian Atun sedang membuat kue dan meninggalkan rumahnya dengan kondisi kompor masih menyalah.

“Memang asal kepulan asap dari bedeng yang dihuni oleh Abdul. Diduga kompor masih hidup dan pemiliknya lupa mematikannya,” kata  Jumanir Ketua RT 08, RW 3 sekaligus korban.

Jumanir juga menuturkan, dari kebakran tersebut sebanyak 11 kepala keluarga (KK) terancam tidak memiliki tempat tinggal lagi. Atas peristiwa tersebut, pihaknya tengah berembuk untuk mendirikan posko dan memikirkan nasib para korban.

“Kami tidak ada yang sempat menyelamatkan barang dan harta benda. Pasalnya saat kejadian berlangsung para penghuni bedeng tidak ada di tempat, mereka rata-rata sedang pergi bekerja. Sementara biarlah pihak Kepolisian melakukan penyidikan kebenaran titik api berasal,” tuturnya.

Sementara Berliana (14), anak salah seorang korban yang tempatnya ikut terbakar mengatakan, dirinya tidak tahu kalau rumahnya telah terbakar, dirinya hanya mendapatkan kabar dari guru di sekolahnya untuk mengecek k rumah.

“Di rumah tidak ada orang, bapak jualan sayur di pasar dan ibu mengantar adik sekolah TK sementara kakak juga pergi kerja,” jelas siswi SMP N 6 dengan menitihkan air mata seraya menatap rumahnya yang telah hangus terbakar.

Sambungnya, dirinya tinggal di bedeng nomor satu dekat tangga dan sudah tinggal di bedeng tersebut semenjak kecil.

“Tidak satu pun barang yang selamat. Semuanya habis terbakar bahkan keperluan sekolahpun juga tidak ada yang ada terselamatkan kecuali yang saya bawa saat ini,” jelas anak kelas 9 ini lirih.

Sementara itu, Edison Ketua BPK Palembang mengatakan, penyebab belum diketahui pasti dan masih dalam penanganan pihak kepolisian.

“Saya menghimbaukan kepada warga di musim panas ini, agar warga lebih berahati-hati dan jangan sekali-kali meninggalkan api ketika bepergian,” terangnya.

Lanjutnya, dalam kebakaran kali ini diturunkan sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran baik dari Kota maupun Provinsi untuk memadamkan api.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 setelah kurang lebih satu jam petugas bersama warga bersama-sama memadakan api,” terangnya.

Kapolsekta Ilir Timur II, Kompol Yoga Baskara Jaya mengatakan, anggotanya sudah diturunkan ke lokasi kebakaran untuk mencari penyebabnya.

“Iya, masih kami selidiki penyebabnya.   Untuk korban jiwa tidak ada hanya saja karena bedeng jadi korbannya banyak.  Dugaannya, memang ada unsur kelalaian dari seorang penyewa bedeng,” jelasnya.

 

Teks      : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster