Pendiri Partai Demokrat di PAW Sebagai Anggota DPRD Sumsel

 276 total views,  2 views today

PALEMBANG – Dalam politik, tidak ada kawan dan musuh abadi, yang ada kepentingan abadi. Mungkin kata-kata bijak ini yang tepat dialamatkan kepada Arudji Kartawinata. Salah satu pendiri Partai Demokrat di Sumatera Selatan (Sumsel) ini, harus “disingkirkan” oleh partai yang dibesarkannya selama ini.

Arudji, harus meninggalkan jabatannya sebagai anggota DPRD Sumsel periode 2009-2014. Itu karena ia di PAW (Penggantian Antar Waktu). Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2005 pasal 37, penggantian antar waktu anggota dewan bisa dilakukan karena meninggal dunia, mengundurkan diri atas permintaan sendiri dan diusulkan partai politik (parpol) yang bersangkutan.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk penggantian antar waktu atas nama Arudji Kartawinata, sudah keluar. “Saya sudah menerima surat undangan untuk pelantikan pengganti antar waktu, Arudji Kartawinata,” kata Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Yuswar Hidayatullah saat dibincangi, Rabu (19/2).

Menurut dia, dalam surat undangan pelantikan pengganti antar waktu itu, akan dilakukan melalui rapat paripurna istimewa pada Senin (24/2). “Ini surat undangan pengganti antar waktu, walaupun tidak disebut namanya,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut seraya menunjukkan undangan dimaksud.

Ketua Dewan Pembina DPD Partai Demokrat Sumsel, HA Djauhari dibincangi terpisah membenarkan adanya PAW anggota DPRD Sumsel dari Fraksi Partai Demokrat atas nama Arudji Kartawinata.

“Pada Senin nanti (24/2), akan digelar rapat paripurna istimewa DPRD Sumsel dengan agenda pelantikan pengganti Arudji yakni Anton Noerdin, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Palembang. Sebelumnya, rekomendasi dari DPP Partai Demokrat untuk PAW Arudji juga sudah turun,” jelasnya.

Sebelumnya, Arudji Kartawinata dalam pertemuan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel beberapa waktu lalu, mengkritik KPU Sumsel yang memproses PAW dirinya. “Prosesnya sangat cepat dan tidak ada klarifikasi atau verifikasi, dari KPU ke partai terhadap status saya,” ucapnya.

“Status saya diberhentikan apa, apakah sebagai anggota DPRD atau dari anggota partai. Kalau anggota DPRD diproses, namun saya tetap anggota partai. Jadi tidak ada alasan saya di pengganti antarwaktu,”  tukasnya.

 

TEKS              : DICKY WAHYUDI

EDITOR          : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster