Pencuri Belasan Ton Kayu Hutan Lindung Diciduk

 248 total views,  2 views today

Truk pengakut belasan ton kayu saat diamankan di Mapolda Sumsel

Truk pengakut belasan ton kayu saat diamankan di Mapolda Sumsel

-Dijual di PT SPF-

PALEMBANG – Tertangkap tangan saat mencuri belasan ton kayu di hutan lindung yang berlokasi di Desa Putak Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, dua pria ditangkap petugas Direktorat tindak pidana tertentu (Tipiter) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan, Selasa (18/2).

 

Dua pria yang ditangkap merupakan sopir truk, Kharudin (40) dan Hernaldi (50). Keduanya ditangkap karena  mengambil kayu tanpa izin.  Keduanya dibekuk di tempat terpisah.

 

Mulanya, petugas menangkap Hernaldi yang tengah melintas di Timbangan 32 Inderalaya OI. Saat itu, Hernaldi melintas dengan masih mengangkut enam ton kayu yang baru saja ditebang.

 

Selanjutnya, petugas langsung mendatangi lokasi hutan dimana Hernaldi mengambil kayu. Di sana, petugas menangkap Khaerudin yang tengah sibuk mengemas bak truknya dengan kayu. Hernaldi dan Khaerudin pun langsung digiring ke Mapolda Sumsel berikut dengan truk serta kayu yang sudah diangkut.

 

Dikatakan Hernaldi, dirinya sudah tujuh kali mengangkut kayu di lokasi hutan lindung. Kayu yang didapat dari hutan tersebut selanjutan dijual ke PT SPF dan mendapat untung sekitar Rp 130 untuk tiap kilogram kayu yang dijual.

 

Hernaldi sendiri sudah memiliki tujuh penebang pohon di hutan lindung dimana dia biasa mengambil kayu.

“Mulanya saya diajak teman untuk berbuat seperti ini. Saya bisa lancar mengambil kayu karena sudah dapat ijin dari P (DPO). Setahu saya, P yang mengkordinasi penebang kayu dengan PT SPF,” kata Hernaldi, yang tinggal di Desa Lorok OI, Rabu (19/2).

 

Sementara Khaerudin mengaku baru kali ini mengangkut kayu dari hutan lindung. Ia diminta PT SPF untuk mengambil kayu di hutan tersebut.

 

“Saya diupah Rp 60 per kilogram kayu. Sumpah, baru kali ini saya mengangkut kayu di hutan tersebut,” kata Khaerudin yang tinggal di Desa Tanjung Medang Gelumbang Muara Enim.

 

Dikatakan keduanya, mereka tidak tahu kalau lokasi hutan tempat mereka menebang kayu termasuk kawasan hutan lindung. Diakui keduanya, mereka hanya disuruh mengambil kayu untuk dijadikan kertas di lokasi hutan tersebut.

 

“Kalau kami tahu itu hutan lindung, kami tidak akan mau disuruh mengambil kayu disana. Apalagi, di lokasi hutan, cukup banyak penebang kayu selain kami berdua,” ujar keduanya.

 

Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit IV Tipiter, AKBP Zulkarnain, membenarkan penangkapan itu. Baik kedua tersangka maupun barang bukti sudah diamankan.

 

“Kita sudah memantau lokasi hutan lindung selama dua pekan dan berhasil menangkap dua pelaku. Keduanya dijerat Undang-undang No 41 tahun 1999 tentang kehutanan,” kata Zulkarnain.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster