Mantan Cabup OKI Divonis 8 Bulan Penjara

 756 total views,  2 views today

 

Sri Anggraini ketika pencalonan Bupati OKI beberapa waktu lalu

Sri Anggraini ketika pencalonan Bupati OKI beberapa waktu lalu

KAYUAGUNG – Setelah melalui proses persidangan  yang cukup panjang akhirnya mantan calon bupati OKI dari Jalur Independen Sri Anggraini (38) divonis 8 bulan penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Kayuagung, Rabu (19/2).

Vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim, yang diketuai Imam Budi Putra Noor, SH dengan hakim anggota Yoga  Mahardika dan  Ina Dwi Mahardika, lebih ringan dari tuntutan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kayuagung, M Hasbi yang menuntut terdakwa dengan hukuman 15 bulan penjara.

Sebelumnya, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya, Krishandoyo SH menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim tersebut, namun akhirnya menyatakan menerima vonis tersebut, terpidana sendiri saat ini sudah dieksekusi oleh Pihak Kejaksaan Negeri Kayuagung dan menjalani sisa masa hukumannya yang tinggal sekitar 3 bulan lagi di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II A Tanjung Raja Ogan Ilir, dimana terpidana sendiri sudah mulai dilakukan penahanan oleh aparat penegak hukum sejak proses hukum dipolres OKI sejak ditetapkan sebagai tersangka sejak 18 September 2013 lalu.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim berpendapat terdakwa Sri Anggraini terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 378 KUHP lantaran melakukan penipuan terhadap korbannya  Mulyanto (34) mantan kepala desa Tugu Jaya kecamatan Lempuing Jaya OKI, dengan nilai Rp 100 juta sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 378 KUHP olehkarenanya dijatuhi pidana selama 8 bulan dipotong masa tahanan.” ujar Hakim.

Kasus penipuan ini sendiri terjadi pada hari Sabtu tanggal 20 oktober 2012, di Desa Tugu Jaya, kecamatan Lempuing. Saat itu pelaku masih aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), menemui korban mengatakan kalau korban ada masalah di Polres OKI, dan ada surat panggilan kepolisian. Saat itu pelaku mengaku bisa membantu menyelesaikan perkara dengan imbalan uang Rp 100 juta  agar masalah di polres bisa selesai,  uang itu akan di gunakan untuk menyuap Polisi.

Mulyanto sendiri saat  itu sedang mengalami masalah hukum karena dilaporkan oleh warga terkati Program Swadaya  Listrik di Desa Tanjung Sari II dan SP 6 Kecamatan Lempuing Jaya  yang diduga Fiktif, saat itu pelapor diduga menggelapkan uang milik warga hingga mencapai Rp. 400 juta.

Namun informasinya, kasus ini  sudah lama dihentikan seiring masuknya Program Listrik Desa (lisdes) di dua desa tersebut yang dilaksanakan oleh terdakwa, dan antara keduanya terjadilah kerja sama, dimana pelapor diajak untuk bekerja dalam proyek lisdes didesa tersebut untuk mengembalikan uang yang sebelumnya digelapkan, namun belakangan korban ingkar janji akhirnya terdakwa menakuti korban bahwa kasus tersebut kembali mencuat, hal ini tujuannya untuk mengambil kembali uang terdakwa yang diduga telah ditilep oleh korban.

Karena takut masuk penjara, korban akhirnya  langsung menyetujui permintaan pelaku, untuk memberikan uang senilai Rp 100 juta untuk mengurus permasalahan di Polres. Tepatnya pada tanggal 20 Oktober 2012 korban mentransfer uang  ke rekening pelaku sebanyak 6 kali transaksi hingga berjumlah Rp 100 juta.

Setelah berpikir panjang, korban merasa selama ini telah diamanfaatkan oleh pelaku untuk kepentingan pribadi, karena sadar telah telah di tipu,  korban melaporkan kasus tersebut Ke Polres OKI agar pelaku di proses sesuai hukum yang berlaku sesuai dengan laporan korban yang tertuang dalam LP/B/157/V/2013/Sumsel/Res OKI.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster